Life Through the Lens : Old Japanese Cars by Sū-San

Toyota Sport 800 & Celica

*menambah kategori post di Pedal2theMetal, kali ini kami akan mengangkat tema sudut pandang fotografer. Yep, images, dan disertai dengan keterangan & penjelasan dari Pedal2theMetal. Well…Images talk louder than words right? Then combine it to make the most lethal dose!

Untuk mengawali kategori post “Life Through the Lens“, kali ini Pedal2theMetal mencoba mengangkat hasil-hasil jepretan Sū-San / スーさん, fotografer dari Yokohama, Jepang. Dengan beragam senjata, mulai dari kamera digital Fujifilm Z1 & Z700EXR, SLR manual Petri FTE sampai EOS 5D MKII, Sū-San dengan cermat menangkap momen-momen dengan komposisi menarik : Mobil antik & kehidupan di Jepang yang jujur & murni. Shall we check it? Absolutely.

Isuzu 117 Coupe XE Series 3
Yang menarik perhatian pertama kali saat melihat galeri fotonya, adalah Isuzu 117 Coupe XE Seri 3 ini. Bagi orang diluar Jepang, nama Isuzu tidak begitu identik dengan sedan kupe, tapi rupanya Isuzu mampu membuat sedan elegan cantik ini, selain Bellet tentunya. Desainnya bagus sekali bukan? Tidak aneh, karena desainernya adalah Giorgetto Giugiaro…

1966 Nissan Silvia CSP311
Bicara soal mobil Jepang yang desainnya dibantu oleh pihak Eropa, nama Nissan Silvia CSP311 tidak boleh terlewatkan. Didesain oleh Kazuo Kimura & disempurnakan oleh tangan dingin Albrecht von Goertz, pantas saja mobil langka (hanya dibuat 554 unit, semuanya handmade) ini masih terlihat menawan, dan memiliki aura berbeda dengan generasi penerus Silvia selanjutnya.

Nissan Datsun Cedric Special Six
Special Six. Nama yang menggetarkan hati dari trim tertinggi dari Cedric, andalan Nissan dalam menggempur saingan-kelak-saudaranya, Prince Gloria. Dan, ya…Sama seperti 2 mobil diatas, Cedric 130 didesain oleh rumah desain Eropa, kali ini Pininfarina yang dipilih oleh Nissan.

Nissan Datsun Cedric Special Six
Ada fakta menarik dari Cedric, yaitu Nissan juga merakit & melakukan re-branding untuk pasar Taiwan, dengan merek Yue Loong (kelak berganti nama menjadi Yulon) 801A. Hmm…Pedal2theMetal jadi teringat kisah Timor…

Daihatsu Midget
Namun, big & stylish isn’t Japanese car trademark. Justru mobil-mobil simple & mudah digunakan seperti Daihatsu Midget MP5 inilah yang menjadi pilar perekonomian Jepang (dan dunia). Even better, beberapa manufaktur seperti TukTuk di Thailand, masih membuat Midget seri ini, membuktikan betapa berhasilnya konsep Daihatsu akan “Small Utility Vehicle“.

Subaru R-2
Dan dari konsep itu juga, lahir klasifikasi Kei Car. Kompak, gesit & mudah dirawat, sangat cocok untuk jalanan kota Jepang yang sempit. Salah satu Kei car ikonik, tentu saja Subaru R-2. Masih terlihat menggemaskan, sekalipun usianya sudah lebih dari 40 tahun!

Subaru 450 Maia
Ya, mereka memang terlihat kecil & ringkih. Untuk membuktikan ketangguhannya, Subaru pernah melakukan aksi mengemudi 450 / Maia, dari Tokyo menuju Moskow, pada tahun 1960! Sayang, dimana nama mobil Jepang sudah identik dengan keawetannya, sudah tidak pernah lagi dilakukan kegiatan gila namun legendaris seperti itu…

Mitsubishi Minica Skipper
Dari hasil jepretan Kei-car dari Sū-San, favorit saya adalah Mitsubishi Minica Skipper IV ini. Komentar Sū-San sangat tepat : Mobil dengan nama mesin garang ini (Vulcan) seperti adik kecil & lucu dari Galant GTO!

2000GT-X Kenmeri Nissan Skyline
Ada ciri khas dari mobil-mobil yang berada di Jepang. Warna favorit adalah putih, berbeda dengan Indonesia yang menggilai warna hitam. Mengapa? Banyak alasannya : Catnya mudah dirawat, terlihat murni, elegan. Membuat mobil dengan warna putih dengan usia sudah tua sekalipun, masih nampak terawat, seperti ditunjukan Skyline “Kenmeri” 2000GT-X ini.

Toyota Publica 800
Umm…Putih memang terlihat berkelas jika terawat. Namun jika tidak? Mungkin terlihat mengenaskan seperti Toyota Publica UB20 ini. Semoga ada enthusiast yang merestorasi mobil yang dipasarkan dengan tagline “$1000 car” ini…

Autobacs Datsun Nissan Fairlady S30 Purple
Dengan teknologi kimia cat yang semakin maju, warna-warna eksentrik juga mulai bermunculan & diminati, termasuk di Jepang. Apa komentar para pembaca Pedal2theMetal akan Fairlady 240ZG yang menjadi demo car dari Autobacs ini? Kalau saya pribadi…Leave Lady in the neutral color…

Mazda Cosmo Sport
Ah…Cosmo Sport. Sebuah mobil yang terlalu cantik & menggugah hati, mengingat nasib penerusnya yang terlihat suram. Semoga nanti Mazda kembali menelurkan mobil dengan desingan rotasi khas Wankel. Saya teringat komentar saya di FB Pedal2theMetal : Life is shit without them.

Datsun 14 & Nissan Pivo
Bagi yang punya wawasan luas akan mobil Jepang, ayo…Ada yang bisa menebak nama 2 mobil diatas? Hint-nya : Diproduksi 1 pabrikan, namun yang satu merupakan mobil produksi, yang satu lagi konsep. Yang satu memiliki logo kelinci, yang satu dapat memutar kabinnya. Selamat mencari!

Nissan Skyline Hakosuka GT-R
Untuk mengakhiri mini photoblog dari Sū-San, Pedal2theMetal memilih foto spektakuler dari Hakosuka ini. Sublime, itulah yang ada di benak Pedal2theMetal.

Untuk foto-foto keren lainnya, silahkan mengunjungi profil Flickr milik Sū-San. Tidak hanya mobil Jepang, mobil-mobil antik dari Amerika & Eropa juga tidak luput dari kekeran lensanya. It’s worth to see & appreciate!

スーさん Flickr page

8 thoughts on “Life Through the Lens : Old Japanese Cars by Sū-San

  1. tahunya cuma nissan pivo thok, depannya…. au deh…. cuman perasaan ada yang punya di indo deh :garuk2 kepala

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s