David Brooks Fensport Starlet KP62, An Invictus Hatchback

Dave Brooks Fensport Starlet KP62
Apa persamaan modifikasi mobil & puisi? Eh, bukankah keduanya memiliki media yang berbeda? Tidak juga. Mereka memiliki kesamaan, yaitu menjadi sebuah ekspresi, statemen dari sang pelaku / pembuatnya. Both of them are work of art, sebuah seni. Tidak semua dapat menjadi modifikator mobil yang baik, begitu pula penyair. Selera, riset & pengetahuan serta bakat sangat krusial untuk menghasilkan hasil akhir yang sempurna.

Dave Brooks Fensport Starlet KP62

Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

Invictus (yang berarti “Tak Terkalahkan” dari bahasa Latin), adalah puisi hebat yang dibuat oleh penyair legendaris dari Inggris, William Ernest Henley. Dilema hidup cacat akibat penyakit TBC, masa kecil yang keras akibat kemiskinan, membuatnya ingin mengangkatnya menjadi sebuah puisi, dengan makna akan keberanian menantang problematika kehidupan.

Dave Brooks Fensport Starlet KP62
Ketatnya kompetisi motorsport juga tidak kalah berat dibanding kerasnya kehidupan. Modernisasi & kemajuan teknologi, membuat banyak mobil yang berasal dari masa lampau, tersisihkan akibat tidak dapat mengejar performa mobil modern. Tapi hal itu tidak berlaku pada David Brooks & Starlet hitam andalannya.

Dave Brooks Fensport Starlet KP62
Berkompetisi di arena balap Toyota Sprint Series, David Brooks bekerja sama dengan tuner papan atas Toyota di Eropa, Fensport, dalam meracik kampiun dalam kelas D, dengan klasifikasi memakai mesin N/A dibawah 1600cc. Dan KP62 merupakan pilihan yang tepat! Mengapa? Karena Starlet seri 60, merupakan generasi terakhir Starlet dengan konfigurasi RWD. Tapi itu belum cukup…

Dave Brooks Fensport Starlet KP62

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.

Power. Itulah salah satu kelemahan dari Starlet seri 60. Bukan meremehkan mesin 3K bawaan KP62, tapi apakah seimbang melawan kompetitiornya seperti MR2 AW11? Dan solusi Fensport? Pakai mesin yang sama dengan lawannya, 4A-GE. Ditambah modifikasi ringan seperti karburator Weber Twin DCOE 40 serta camshaft & manifold spesial, 143hp siap dimuntahkan mesin hasil kerjasama Toyota & Yamaha ini.

Dave Brooks Fensport Starlet KP62
Hanya 143hp? Tenaga besar bukanlah kunci dari kemenangan dalam kompetisi sprint seperti TSS, melainkan efektifitas. Fensport lalu menyematkan kopling Helix & flywheel Fidanza pada transmisi dari Corolla AE86, serta LSD 2-jalur dari Kaaz agar tenaganya tersalur dengan baik.

Dave Brooks Fensport Starlet KP62
Akurasi handling & kontrol juga tidak dilupakan. Untuk itulah, David & Fensport memakai axle belakang cabutan AE86 & suspensi coilover GAZ dengan bushing dari SuperPro. Sisanya? Rem (yang lagi-lagi) dari AE86, dengan piringan & brakepad dari Black Diamond, Velg Ultralite dengan balutan ban Toyo Proxes R888, serta aksi mengemudi menghibur & garang dari David!


Menghibur? Kita lihat aksi David pada seri TSS yang mengambil tempat di pangkalan udara RAF Barkston Heath. Trek sempit & tricky, memang habitat yang tepat bagi hatchback kompak seperti KP62. Dan David sendiri sangat puas pada performa Starlet-nya, sampai-sampai ia bersorak gembira pada detik ke-48!


Bagaimana dengan trek yang cukup lebar seperti Rockingham? No problem. This hatchback is invincible! 2 tahun berturut-turut (2009 & 2010) David menguasai kelas D dari TSS. It was an amazing accomplished for an old hatchback like KP62. Fensport & David Brooks benar-benar menunjukan bukti, kalau dengan paduan yang tepat, apapun dapat menjadi pemenang!

Dave Brooks Fensport Starlet KP62

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate:
I am the captain of my soul.

Gesit, ringan, menyenangkan. Kombinasi yang handal dalam mendominasi kelas D. Bahkan karena performa mengejutkannya, David Brooks & KP62 ini mendapat penghargaan “Hard Charger” dari panitia TSS, karena menempati klasmen ke-4 dalam perolehan poin, bersanding dengan mobil-mobil yang berada di kelas jauh diatasnya. Jadi, pantas kan jika Pedal2theMetal memberi gelar pada hatchback ini sebagai “Invictus“? It’s unbeatable, hard to defeat, and ready to destroy the bigger & stronger enemies!

Sumber :

Fensport
Toyota Sprint
Racing Exposure

About RYHN.FRDS

Your dangerously addictive photographer. Excels at motography, riding crap bikes & cursing about it.

16 thoughts on “David Brooks Fensport Starlet KP62, An Invictus Hatchback

  1. rwd + compact + strong machine = mother of god!😆
    makanya bmw seri 1 berani pake rwd…. walau dari segi mekanisme tidak efisien but…. it lot’s of fun….🙂

  2. menyenangkan dan istimewa..saya karena lebih suka dengan mobil2 lawas..KP60 seperti ini seperti harta karun..andai saya punya satu di rumah..saya lebih sering pake mobil ini daripada mobil keluaran sekarang..walaupun boros atau tdk nyaman..BUT ITS FUN!!

    • Soal irit…Mungkin jika KP60 dipasangkan dengan mesin modern yang lebih efisien (1ZZ-FE), mungkin bisa lebih irit, karena Power / Weight ratio-nya lebih baik

      Even the old CR-X still more efficient compared to newer Insight😆

  3. Pingback: Fensport Celica GT4 X, Farewell The All-Around Assassinator… | Pedal 2 the Metal Autoblog

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s