Saya Lebih Memilih Bugatti EB110 Dibanding Veyron

Bugatti Veyron EB110 SS
Untuk memulai tema “The Forgotten One”, kita mulai dengan bermimpi…Bayangkan jika anda memiliki kesempatan memilih satu unit mobil supercar didunia. Tentu, dari puluhan orang yang membaca tulisan ini, ada 2-3 orang yang akan memilih nama “Bugatti Veyron” sebagai pilihannya. Alasannya? Banyak. Mulai dari desain yang elegan, merek yang legendaris, serta tentu saja performanya yang tiada duanya.

Bugatti Veyron EB110 SS
Namun, mengapa Pedal2theMetal lebih memilih EB110 dibanding Veyron? Padahal, nama EB110 sudah tenggelam dari kancah dunia supercar jika dibandingkan pesaingnya seperti Ferrari F40 atau McLaren F1. Bisa jadi ini karena kegagalan Romano Artioli, pemilik Bugatti Automobili SpA, dalam mengatur finansial perusahaannya. Membuat merek asal Prancis yang bermarkas di Modena, Italia ini akhirnya diakuisasi oleh Volkswagen Group.

Bugatti Veyron EB110 SS
Pedal2theMetal memilih EB110, lebih tepatnya varian SS (SuperSport) karena banyak faktor. Yang pertama adalah desain. Coba anda cari, mobil modern apalagi yang didesain oleh desainer legendaris, Marcello Gandini, yang juga mendesain mobil ikonik, Lamborghini Miura & Countach, serta Lancia Stratos? EB110 adalah salah satu mahakarya desainer yang memiliki ciri khas memakai pintu model gunting ini.

Bugatti Veyron EB110 SS
Pedal2theMetal sebenarnya juga mengagumi desain Veyron dari Josef Kaban, namun entah mengapa…EB110 terasa jauh lebih artistik, terutama detail-detailnya. Gandini yang selalu menekankan unsur konstruksi & mekanika dibanding tampilan ini dengan cerdas mengadopsi banyak bentuk dalam EB110, membuat EB110 memiliki desain Art Deco dibanding Veyron yang kental dengan unsur Elegan & Romantik.

Bugatti Veyron EB110 SS
Perhatikan seluruh elemen-elemen desainnya, mulai dari ventilasi, spoiler elektronik, lampu belakang serta velg BBS 7-Spokes-nya…Sangat 80’s & 90’s sekali, dan gaya desain dua era itulah favorit Pedal2theMetal. Memang, tidak sesuai dengan selera kebanyakan publik otomotif masa kini. Yah…namanya juga desain, tidak semua bisa memiliki selera & apresiasi yang sama bukan?

Bugatti Veyron EB110 SS
Membandingkan interior EB110 SS dan Veyron juga sama seperti membanding desain eksteriornya. Sudah berbeda dari gaya desain & arah tujuannya. Jika Veyron menyasar arah Grand Touring, maka EB110 SS lebih kepada supercar murni, alias benar-benar ergonomis. Bahkan Veyron SuperSport juga masih terlihat lebih nyaman dibanding EB110 SS yang sangat straight to business : Tanpa tuas paddle shift, airbag dan tetek-bengeknya. Pure hardcore driver-oriented!

Bugatti Veyron EB110 SS
Jumlah produksi serta pemilik EB110 juga lebih spesial dibanding Veyron yang memiliki total jumlah 300 unit. Ingat, hanya ada 139 unit sasis EB110 yang dibuat konstruktor pesawat Prancis, Aérospatiale, dan hanya 31 unit EB110 SS yang dibuat. Jika Veyron terkenal karena menjadi simbol status (bahkan ada sebutan “Bugatti Boyz” untuk rapper yang memilikinya!) serta pernah dimiliki oleh Jenson Button, maka EB110 lebih “panas” karena pernah bersarang di garasi Michael Schumacher!

Bugatti Veyron EB110 SS
Mengapa sang juara 7x Formula 1 yang juga memiliki Ferrari FXX ini mau meminang 1 unit EB110 SS berwarna “Banana Yellow” seharga $380.000 pada tahun 1994? Tentu selain desainnya yang unik & berbeda dengan mobil kebanyakan, jelas karena mesin spesial yang tersimpan dibalik body berbahan karbon fibernya…

Bugatti Veyron EB110 SS
Berbeda dengan mesin raksasa W16 milik Veyron, EB110 SS memakai mesin yang lebih kompak, V10. Namun, baik Veyron & EB110 SS sama-sama memakai 4-unit turbo, meskipun output tenaganya jelas berbeda jauh. EB110 SS “hanya” mampu menghasilkan tenaga maksimum 603hp@8250rpm, alias hanya setengah dari tenaga maksimum Veyron SS yang sebesar 1184hp!

Bugatti Veyron EB110 SS
Meskipun begitu, EB110 SS yang pernah mengikuti lomba “24 Hours Daytona” ini tidak kalah kencang dibanding Veyron SS! Akselerasi 0-96km/h EB110 SS termasuk singkat untuk hitungan supercar modern, hanya 3,2 detik! Akselerasi itu dapat ditempuh berkat sistem penggerak 4WD (yang sama dengan Veyron) serta bobot yang lebih ringan sekitar 200kg dibanding Veyron.

Bugatti Veyron EB110 SS
Oke, memang akselerasi Veyron SS tetap lebih superior dibanding EB110 SS, karena hanya membutuhkan waktu 2,46 detik untuk mencapainya. Meskipun akselerasi Veyron memiliki konsekuensi yang berat : Hancurnya ban spesial Michelin PAX seharga $25.000/set, dan hanya boleh diganti di markas Bugatti di Molsheim, Prancis, dengan biaya servis : $70.000. Menjadikan memiliki EB110 SS lebih “ekonomis” & rasional bukan?

Bugatti Veyron EB110 SS
Topspeed EB110 SS juga kalah jauh dibanding Veyron SS, bahkan dibandingkan dengan varian “biasa” Veyron yaitu 16.4 yang mampu berlari sampai 400km/h lebih, EB110 SS “hanya” mencetak topspeed 348km/h. Namun, dalam hidup kita, apakah sering memacu mobil sampai 400km/h? Bahkan angka 300km/h saja sudah sangat tinggi di jalan raya…

Bugatti Veyron EB110 SS
Alasan terkuat bagi Pedal2theMetal lebih memilih EB110 SS dibanding Veyron, sebenarnya karena nilai historisnya. Ya, Veyron juga sama-sama merubah dunia supercar karena teknologi & performanya yang mengalahkan semua supercar di dunia. Namun, EB110 SS-lah yang memulai persaingan hypercar di dunia, serta menjadi Bugatti modern pertama, setelah 30 tahun nama Bugatti tenggelam tanpa model baru.

Bugatti Veyron EB110 SS
Memang, nama EB110 SS tidak lagi semegah pada saat peluncurannya. Namun, sejarah tetap mencatat nama EB110 sebagai salah satu supercar paling eksotik dan ekstravagan, yang seperti kita tahu semua, konsep itu dilanjutkan kembali oleh penerusnya, Veyron. Mahal, kencang & mengubah sejarah. Apakah nasib Veyron akan sama dengan EB110? Kita tunggu 10 tahun lagi…

Bugatti Veyron EB110 SS
Sekarang Pedal2theMetal bertanya pada anda para pembaca, mana yang anda pilih : “The Forgotten One” EB110 SS, atau “Cars of Decade” Bugatti Veyron SS? Dua-duanya sama-sama unik, kencang, mahal & spesial. Biarkan nalar, selera & nurani anda yang menjawab & menentukannya…

13 thoughts on “Saya Lebih Memilih Bugatti EB110 Dibanding Veyron

    • Hehehehe…..sebenarnya ini sinergi dari

      1. Sisi emosional (dulu sangat nge-fans & punya memorabilia-nya)
      2. Sisi historis (dulu raja cover majalah, meski sekarang justru malah dilupakan)
      3. RARE PRODUCT😆

      Retoris…Hmmm, iya juga sih😀

      Kalau dibaca, memang terlihat kalau EB110 SS sebenarnya PANTAS untuk dikagumi, kalau perlu di-idolakan….Veyron terlalu lama berkarat di spotlight😛

  1. Pingback: Honda Acty Crawler 6 x 6, Alam Bukanlah Halangan « Pedal 2 the Metal Autoblog

    • Wah, kalau soal itu kurang tahu tuh…Tapi kalau melihat fakta bahwa desainer EB110SS adalah Gandini, dan dia juga yang mendesain Diablo (yang pada generasi selanjutnya memakai headlamp 300ZX) mungkin Gandini memang menyukai desain lampu kotak fixed hehehe🙂

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s