Yutaka Katayama, Sang Pembangkit Mimpi & Harapan Nissan

Nissan S30Z Nose
Mobil yang dicintai oleh banyak orang, tentu saja dihasilkan oleh orang-orang yang juga mencintai mobil. Pedal2theMetal beri contoh Nissan Fairlady S30Z. Siapa sih yang tidak menyukai sportcar ringan nan cantik ini? Desain ala Jaguar E-Type yang sangat menggoda, mesin segaris L20A yang bertenaga, serta handling yang mantap. Sempurna.

Nah, bagaimana kalau kita mengenal seorang nama penting dari Nissan, selain Sakurai-san. Pria ini adalah orang penting dibalik lahirnya Z-Car. Bukan sang desainernya, Yoshihiko Matsuo, namun Yutaka Katayama, yang membuat nama Fairlady makin mendunia. Nah, ayo kita mulai!

Yutaka Katayama
Yutaka Asoh yang lahir di Prefektur Shizuoka pada 15 September 1909, dikenal dengan nama Mr. K, yang merupakan presiden pertama Nissan Motor Corporation U.S.A. Banyak yang menganggap kalau dia merupakan bapak dari Z-Car, serta sedan legendaris dunia, Datsun 510.

Apa yang membuat Mr. K menjadi figur legendaris di dunia otomotif Jepang & Dunia? Simpel, ini karena filosofinya : Mencintai mobil. Mencintai orang-orang. Mencintai hidup.

Mr. K bukan seorang insinyur, bukan pula seorang desainer, namun ia berhasil menjadikan Nissan dari pabrikan kecil dari Jepang, berubah menjadi sebuah merek mobil terbesar di dunia, hanya dalam waktu 2 dekade. Hebat kan?

Mungkin rasa cinta Katayama-san yang besar akan mobil, turun dari ayahnya yang merupakan pengusaha sukses, yang memiliki banyak mobil setelah perang dunia ke-2. Setelah ia lulus dari Universitas Keio pada tahun 1935, ia langsung diangkat menjadi karyawan di Nissan, dan di tahun 1937, ia menikahi Masako Katayama, dan memakai nama belakangnya karena tidak ada anak lelaki di keluarga istrinya.

Yutaka Katayama
Apa alasan pendiri klub mobil sport di Jepang paska perang dunia pada tahun 1951 ini memilih Nissan sebagai tempat bekerja? Alasannya karena pada saat itu, Nissan hanya fokus pada membuat mobil, bukan keuntungan semata, yang sama dengan Katayama-san. Ia tak hanya ingin membuat mobil, namun juga mengendarainya.

Datsun 1958 Trial
Salah satu bukti kepercayaan Katayama-san pada Nissan, adalah sewaktu ia mendorong Nissan untuk mengikuti kejuaraan rally Australia Mobilgas Trial, yang memiliki trek berat sepanjang 10.000km! Datsun 210 memang bukan mobil sport, namun kuat & tahan banting. Meski awalnya ditolak oleh direksi, namun Mr. K berhasil meluncurkan mobil bermesin 1.000cc ini ke arena rally. Hasilnya? Mobil kecil ini menjadi juara 1, dan Mr. K menjadi pahlawan nasional!

Yutaka Katayama
Kesuksesan itu membuat Nissan berpikir untuk mengekspor mobil mereka, terutama ke Amerika Serikat. Tentunya dibutuhkan seorang penasihat yang brilian, yang mengerti akan mobil & dinamikanya. Siapa yang terpilih? Jelas Katayama-san!

Nissan memiliki kantor pemasaran di dua pesisir pantai Amerika, namun Katayama-san berpikir kalau pasar di Kalifornia lebih cocok dengan produk-produk Nissan yang jujur dan sederhana, namun tidak kalah kuat & awet dibanding produk dari Amerika & Eropa.

Ia lalu membuat jaringan pemasaran Nissan yang tidak besar namun terikat kuat, dan terdiri dari para dealer-dealer & bengkel yang dulunya menjual mobil bekas Amerika yang biayanya terlalu mahal & memberatkan untuk pemilik dealer & konsumen, dan berganti menjadi menjual Datsun yang lebih ekonomis & menguntungkan bagi kedua pihak.

Yutaka Katayama
Uniknya, Katayama-san memindahkan kantor Nissan di Amerika, dari gedung Mobil Oil di lantai tujuh, menuju kantor di Gardena, Kalifornia yang hanya terdiri satu lantai. Apa alasan Katayama-san? “Mobil itu berada & berjalan di daratan & jalanan, bagaimana kita menjual mobil kita di lantai tujuh?“. Berbeda ya dengan sekarang, dimana kantor mobil berada di gedung-gedung pencakar langit…

Yutaka Katayama
Hal menarik lain, adalah ketika seorang konsumen datang ke markas Nissan dengan tujuan mencari parts penting untuk mobilnya, dan di kantor hanya ada Katayama-san sendirian, karena kantor Nissan masih minim karyawan. Setelah tahu ada yang butuh parts penting itu, Katayama-san sendiri mencari & menemukannya di departemen parts, dan tanpa tahu harga parts-nya, ia hanya mengenakan biaya…$1. Benar-benar berbeda dengan CEO mobil zaman sekarang!

Yutaka Katayama
Seperti dituturkan oleh Johnnie Gable, sekretaris pribadi Mr. K, kesuksesan Katayama-san juga dibantu oleh kasih sayang yang ia berikan pada karyawan & konsumen Nissan. Mulai dari mengajak bicara di bandara & pabrik, bertanya apa keinginan & kesan mereka tentang produk Nissan, serta hal-hal kecil namun personal lainnya. Mr. K berkata : “Penjualan mobil tidak berakhir pada saat pembayaran atau penerimaan mobil. Itu justru awalnya.”

Datsun 510 & 240Z Ads
Para dealer mencintai Mr. K, karena ia mau mendengarkan keluh-kesah & probelmatika menjual Nissan serta kekurangan-kekurangannya, yang membuat Mr. K sering berdebat dengan Nissan pusat di Tokyo untuk melakukan peningkatan produknya. Meski seperti berdebat dengan orang tuli, ada 2 impian yang berhasil diwujudkan Katayama-san : 510 & 240Z.

Datsun 510
510 adalah mobil yang di idam-idamkan oleh Mr. K, karena memiliki mesin 1600cc yang kuat & awet, desain mirip mobil Eropa, bahkan saking miripnya, 510 sering disebut sebagai “BMW untuk yang tidak mampu.” Membuat publik Amerika terkejut, karena muncul mobil ekonomis yang cocok dengan keinginan & kebutuhan mereka.

Datsun 240Z
Kesuksesan 510 masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan 240Z pertama kali diperkenalkan. Publik heboh, karena Datsun rupanya memiliki mobil sport, dengan desain sangat cantik seperti Jaguar E-Type, mesin kencang & harga yang ekonomis. Katayama benar-benar membuktikan kalau Nissan bisa menjadi pabrikan papan atas di dunia!

Datsun original

Image courtessy of Tyler Linner

Dibawah pimpinan Mr. K, Nissan berhasil menjual sangat banyak mobil. Dari yang awalnya hanya 1.640 unit di tahun 1960, lalu melonjak menjadi 20.000 unit dibelakang Volkswagen pada tahun 1975! Namun, Katayama-san tahu kalau kesuksesan ini, menandakan kalau tugasnya akan selesai. Nissan akhirnya mengirimkan surat pensiun pada Mr. K di tahun 1977, dan Katayama-san kembali pulang ke Jepang…

Yutaka Katayama 350Z
Meski sudah pensiun, Katayama-san masih tetap mempromosikan nama Nissan di dunia. Bahkan dengan usia sudah mencapai 102 tahun, Katayama-san masih sering berkendara dengan 350Z miliknya. Ia sendiri berkomentar soal 370Z, yang mungkin Pedal2theMetal rasa memang sesuai dengan kenyataan :

Yutaka Katayama 370Z
Berbeda dengan 240Z, 370Z sangat berat, dan juga sangat mahal. Aku menyukai sportcar yang ringan seperti Mazda Miata, yang sepertinya berhasil menggantikan peran 240Z, sebagai sportcar yang ringan, ekonomis namun tetap kencang & enak dipandang.”

240Z 370Z
Pria yang dimasukan dalam Automotive Hall of Fame di tahun 1998 & Japan Automotive Hall of Fame di tahun 2008 ini menambahkan : “Kenikmatan mengendarai mobil itu sama seperti menunggangi kuda. Kita membutuhkan mobil yang dikendarai seperti menunggang kuda yang bebas & simpel, sedangkan sekarang? Banyak produsen membuat mobil seperti robot, yang tidak bisa dikontrol penuh oleh manusia.”

240Z 370Z
Hmmm…Ada lagi yang menarik dari seorang Mr. K. Apa keingingan dia soal Z baru? “Z harus simpel & mudah digunakan. Tidak memakai banyak sistem otomatis, mobil haruslah bisa dikontrol penuh oleh pengemudi. Mungkin contoh yang baik adalah FT-86, semoga Nissan membuat saingannya nanti.” Pedal2theMetal setuju! Buatlah varian Z yang lebih ringan, simpel & tentu saja…Murah! Contohnya? Ini!

Yutaka Katayama
Semoga saja, Nissan mewujudkan impian Mr. K tentang Z baru nanti, karena jasa Mr. K, sangatlah besar bagi Nissan karena mampu merubah imej Nissan yang awalnya mobil murahan, menjadi sebuah merek raksasa, dengan produk-produk berkualitas. Semua itu, bisa terjadi karena 1 hal : Mr. K mencintai mobil, dan membuat mobil yang bisa & akan dicintai orang.

10 thoughts on “Yutaka Katayama, Sang Pembangkit Mimpi & Harapan Nissan

  1. heee…saya punya 2 skyline model lama, cuman ngga muat kalo saya naiki alias cuman mainan produk hotwheels … Just kidding

  2. Gila umurnya panjang banget… Masi kuat pula main2 370z.

    salut sama filosofi dan ketulusannya mencintai dunia otomotif..bnr2 berwibawa dengan tidak ragu memuji produk tetangga…
    Klo pemimpin2 sekarang sih tau.nya profit mulu… tiap tahun harga mobil naik ga masuk akal…

    • Hahahaha, that’s what “I Love Cars” about!😀

      Bukan mencintai merek, nama serta kepemilikan, tapi semata-mata hanya mobil & performanya…

      Hooh, tiap tahun naik dan memakai teknologi gak kepake😦

  3. Pingback: Life Through the Lens : Old Japanese Cars by Sū-San | Pedal 2 the Metal Autoblog

  4. Pingback: My Personal (Car) Hero #2: Sideswipe | Pedal 2 the Metal Autoblog

  5. Pingback: Auto Legend 2012, An Open Mind Motoring Event Part.2 : Modern JDM | Pedal 2 the Metal Autoblog

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s