Rudolf Uhlenhaut, For The Love Of Three-Pointed Stars

Rudolf Uhlenhaut
Mercedes-Benz, adalah salah satu pabrikan mobil yang paling dijadikan tolak-ukur dari semua pabrikan mobil. Mengapa? Ini karena inovasi, tradisi, serta seluruh produknya yang selalu sukses di pasaran. Salah satu yang menjadikan Mercedes-Benz mampu menjadi yang terdepan, adalah karena para tokoh-tokoh yang berada dibaliknya.

Kali ini Pedal2theMetal akan menulis tentang kisah seorang insinyur jenius, yang membuat Mercedes sangat kuat, baik di arena balap atau produk jalanannya. Insinyur itu bernama bernama Rudolf Uhlenhaut.

Rudolf Uhlenhaut
Lahir pada 15 Juli 1906, Rudolf Uhlenhaut adalah seorang insinyur teknik serta desainer keturunan Jerman, yang dikenal sebagai salah satu otak dibalik lahirnya mobil-mobil legendaris dari Daimler-Benz. Contohnya adalah sang Silver Arrows, 300SL yang dikenal dengan pintu gullwingnya, serta 300 SLR. Banyak juga mobil non-sport Mercedes yang didesain Uhlenhaut, dan semuanya menjadi mobil legendaris sekarang.

Uhlenhaut, dengan ibu berdarah Inggris serta bapak berdarah Jerman, lahir di London ketika bapaknya bekerja sebagai manajer Deutsche Bank cabang London. Dari kecil, Uhlenhaut sudah tertarik akan dunia mekanikal, yang membuatnya menjadi mahasiswa teknik mekanika di Universtas Munich.

Berkat kemampuannya yang mengagumkan, Uhlenhaut sewaktu lulus dari bangku kuliah, langsung bekerja sebagai insinyur muda di Daimler-Benz, dan bekerja dibawah arahan Fritz Nallinger, yang dikenal sebagai otak dibalik penggunaan mesin Diesel yang efisien dan suspensi independen. Pada saat itu, Uhlenhaut menjadi salah satu insinyur dalam pembuatan mobil penumpang Mercedes, seperti 170 V.

Rudolf Uhlenhaut
Di era ini, balapan merupakan cara paling ampuh bagi pabrikan untuk mempromosikan mobil mereka. Mercedes sendiri saat itu kurang kompetitif dibanding pabrikan lain seperti Auto Union & Alfa Romeo. Akhirnya dibentuk divisi balap baru Mercedes dengan nama Rennabteilung, dan memakai banyak insinyur muda bertalenta. Uhlenhaut sendiri langsung diangkat sebagai kepala divisi ini.

MB W125
Berkat divisi baru yang diarahkan oleh Uhlenhaut, Mercedes kembali kompetitif di arena balap, seperti mobil W25 Silver Arrow. Bahkan penggantinya yaitu W125, menjadi monster balap yang menjadi mobil balap terkuat selama 3 dekade, dan mendominasi Grand Prix musim 1937 bersama Rudolf Caracciola. Selanjutnya, Mercedes kembali mendominasi musim 1938 & 1939 bersama W154 yang dibuat untuk peraturan Grand Prix Baru.

Rudolf Uhlenhaut
Uhlenhaut punya metode sendiri dalam membuat mobil balap. Berbeda dengan direktur teknik lain yang hanya mendekam di laboratorium, Uhlenhaut turun langsung ke lapangan, bahkan berada dibalik setir untuk mengetes mobil buatannya. Skill mengemudi Uhlenhaut diakui sangat hebat, bahkan ada rumor kalau ia pernah mencetak waktu lap di Nürburgring lebih cepat dibanding Juan Manuel Fangio, pembalap terbaik pada saat itu. Mantap!

Rudolf Uhlenhaut
Ketika pecah Perang Dunia ke-2, Mercedes berhenti membuat mobil balap sampai tahun 1950. Uhlenhaut sendiri dipindahkan menjadi kepala di departemen mobil penumpang. Dan ketika perang selesai, muncul kompetisi bergengsi baru, dengan nama Formula Satu di tahun 1954.

Rudolf Uhlenhaut
Selama 3 tahun sebelum kompetisi dimulai, Mercedes ternyata sudah membuat mobil balap baru. Berbasis mobil mewah W186, Uhlenhaut membuat mobil balap inovatif, 300 SL “Gullwing“, yang pada saat itu (1992) menjadi mobil balap dengan kode W194, dan masih memakai sistem karburator, berbeda dengan 300 SL versi produksi yang menjadi mobil 4-tak pertama dengan sistem injeksi langsung.

Rudolf Uhlenhaut
Kesuksesan Gullwing menjuarai banyak kompetisi, membuat Uhlenhaut kembali mengeluarkan kehebatannya dalam membuat mobil balap baru, W196 Formula 1. Dikemudikan oleh duet dewa pembalap, Juan Manuel Fangio & Strirling Moss, W196 mendominasi 2 musim Formula 1, yaitu 1954 & 1955. Uhlenhaut sendiri konon ingin mengikuti balap, namun dilarang oleh dewan direksi karena takut kehilangan maestro konstruktornya!

300 SLR Moss 722
Salah satu kreasi paling mengagumkan dari Uhlenhaut adalah 300 SLR. Dibuat untuk menguasai kompetisi sportcar 1955, teknologinya sangat maju di zamannya, mulai dari Air Brake, sasis space-frame, body berbahan magnesium, katup berteknologi Desmodromic (yep, yang juga dipakai Ducati!). Hasilnya? 300 SLR menjadi mobil paling hebat pada saat itu, meski usia karirnya cukup pendek.

300 SLR Uhlenhaut
Mengapa pendek? Ini karena terjadi kecelakaan paling dahsyat di motorsport pada Le Mans tahun 1955, yang membuat Mercedes mundur dari arena balap. Dari 8 unit sasis W196 yang tersisa, Uhlenhaut punya ide untuk menggabungkan 300SLR dengan bodywork SL, menjadi 300SLR Uhlenhaut Coupé. Hanya body saja yang SL, sisanya sama persis dengan 300SRL, dan ini menjadi mobil road-legal!

300 SLR Uhlenhaut
Uhlenhaut sendiri memakai mobil sinting ini untuk mobil dinasnya. Dipadukan dengan bakat mengemudi yang haus akan kecepatan, Uhlenhaut rutin memacu mobil ini sampai batas maksimum. Ada kejadian lucu, pada saat rapat direksi Mercedes di Stuttgart akan berlangsung, Uhlenhaut ngebut di Autobahn yang biasanya butuh waktu 2,5 jam, karena memakai mobil “Formula 1” ini, cuma butuh waktu 1 jam sekian menit, edan!

Mercedes Benz 230SL Pagoda pedal2themetal

Uhlenhaut pada saat itu menjadi kepala divisi mobil penumpang, dan mengarahkan semua mobil Mercedes dari tahun 1955 sampai 1972. Mulai dari S-Class resmi pertama (W116), sampai roadster 230SL “Pagoda” Uhlenhaut sendiri pernah mempertunjukan kemampuan mobil ini, dengan kompetitior seorang pembalap Formula 1, Mike Parkes dengan Ferrari 250 GT bermesin V12 3000cc, dengan selisih waktu hanya 0,2 detik di sirkuit Montreal. Benar-benar spektakuler!

300 SLR Uhlenhaut
Uhlenhaut, sampai akhir hayatnya ternyata belum pernah memiliki mobil. Ia terus memakai 300SLR Uhlenhaut Coupé yang menjadi mobil tercepat pada era 50an. Ditambah dengan seringnya ia berada dibalik kemudi mobil balap & prototip, membuat pendengarannya menjadi rusak. Ia sendiri berkomentar soal mobil ini : “Mobil itu tidak akan bisa dibeli oleh siapapun, dan para pengemudi normal juga tidak berani untuk membelinya.”

Rudolf Uhlenhaut
Akhirnya, pada tahun 1972, Uhlenhaut pensiun dari Mercedes, dan akhirnya meninggal pada 8 Mei 1989, di usia 82 tahun. Meskipun sudah tiada, namun Mercedes-Benz tidak lupa akan jasa sang insinyur jenius ini, yang sampai akhir hayatnya benar-benar mencintai mobil, terutama produk Mercedes. SLR modern sendiri dibuat, dengan semangat & visi Uhlenhaut, yaitu membuat peluru perak & “mematikan“.

Sumber : Daimler Global Media

6 thoughts on “Rudolf Uhlenhaut, For The Love Of Three-Pointed Stars

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s