Ayrton Senna, The Fastest Racer In The World

Ayrton Senna
Dalam dunia balap profesional, ada 5 poin yang menentukan kemenangan dalam lomba, yaitu pembalap, kerja sama tim, strategi, performa & settingan mobil, dan yang terakhir : Keberuntungan. Banyak yang bilang, poin yang terakhir-lah yang paling berpengaruh. Namun, yang paling menentukan dari semuanya, adalah yang pertama : Pembalap.

Kali ini, Pedal2theMetal akan mengulas sedikit soal pembalap paling cepat, dedikasi, dan bernafsu untuk menjadi yang terbaik di dunia : Ayrton Senna, sang pembalap tercepat di dunia.

Ayrton Senna

Balap, berkompetisi, itu semua mengalir dalam darahku. Itu adalah bagianku, bagian hidupku; Aku sudah melakukannya selama hidupku, dan itu lebih menonjol dibanding apapun juga.
Ayrton Senna da Silva

Apa yang membuat Ayrton Senna dianggap sebagai pembalap tercepat, atau mungkin malah yang terbaik di dunia? Banyak faktor yang berpengaruh. Salah satunya adalah kemampuan mengemudi tingkat jenius, bahkan cenderung lebih menyerupai seorang dewa, dewa mengemudi.

Senna Toleman
Buktinya? Senna mampu mencetak podium bersama Toleman-Hart TG184 di Monaco Grand Prix tahun 1984, bersaing melawan “The Professor“, Alain Prost dan McLaren-TAG Porsche yang jauh lebih unggul dibanding Toleman. Namun buktinya? Senna berhasil mencetak podium pertamanya, sekaligus mencetak waktu tercepat 1:54.334. Hebat sekali!

Ayrton Senna
Bagaimana soal statistik?

Start Grand Prix : 161 start
Menang : 41 kali
Podium : 80 kali
Fastest Lap : 19 kali
Pole Positions : 65 kali

Apakah itu angka yang dahsyat? Jika dibandingkan dengan Michael Schumacher, mungkin terlihat lebih rendah. Namun mengingat usia karir Senna yang relatif lebih pendek (11 tahun) dibanding Schumy, Senna tidak terlihat lebih inferior.

Senna Lotus
Berkat kemampuannya yang menakjubkan, cukup 1 tahun bagi Senna untuk membuktikan dirinya di Formula 1. Setelah mengawali karir bersama Toleman, Senna direkrut oleh tim legendaris, Lotus-Renault untuk mengemudikan Lotus 97T, yang meski kencang, namun tidak begitu kuat daya tahannya. Namun Senna kembali menunjukan kelihaiannya di sirkuit Estoril, dengan mencetak pole position & kemenangan pertamanya di Grand Prix Portugal 1985.

Senna Lotus Honda
Senna bertahan bersama Lotus selama 3 musim, yang meski sering mencetak podium dan menempati posisi ke-4 dalam klasmen pembalap, namun masih belum bisa masuk dalam 3 besar. Untunglah, Lotus kemudian mengganti suplier mesinnya dari Renault menjadi Honda, dan mengganti livery legendaris John Player Special menjadi Camel. Hasilnya? Senna berhasil menempati posisi ke-3 dalam klasmen pembalap!

Senna Prost Honda Mclaren
Berkat kerjasama yang baik antara Senna & Honda, akhirnya Senna bergabung dengan salah satu tim juara, Mclaren Honda, dan menemani rivalnya, Alain Prost, pada tahun 1988. Bersama Mclaren MP4/4, Senna langsung gila-gilaan : Menjadi juara dunia! Ini terjadi karena 2 hal, yaitu dukungan tim yang hebat, serta persaingan yang ketat bersama rekan setimnya, Alain Prost.

Senna Lotus Honda
Menarik melihat persaingan Senna bersama Prost. Kedua-duanya saling beradu taktik & kemampuan, tidak peduli meski menjadi rekan setim. Mclaren sendiri diuntungkan karena persaingan ini, dan mendominasi konstruktor dari tahun 1988 sampai 1991.

Senna Prost Clash
Senna & Prost memang bersaing sangat hebat. Setelah di tahun 1989 Prost berhasil mengalahkan Senna, akhirnya Senna kembali mengalahkan Prost yang pada tahun 1990 pindah ke Ferrari. Ditemani Gerhard Berger yang digantikan oleh Prost di Ferrari, Senna mencetak banyak kemenangan fantastis, dan menjadi juara meski gagal finish di 3 balapan terakhir, keren!

Mansell Senna
Sampai tahun 1991, Senna memang menjadi kampiun. Namun di tahun berikutnya, pesaing terdekatnya yaitu Nigel Mansell, berhasil mendominasi musim 1992 bersama Williams FW14B, yang diakui sebagai mobil tercanggih, terbaik & paling maju di zamannya. Mansell menjadi juara dengan perbedaan poin 52 dibanding pemegang klasmen ke-2, Ricardo Patresse. Senna? Hanya menempati posisi ke-4.

Honda Senna
Meski prestasinya terlihat menurun, namun Senna masih dianggap sebagai pembalap papan atas. Honda sendiri memakai jasa Senna sebagai konsultan dalam memberi input untuk suspensi Honda NSX. Ingin melihat buktinya? Lihat video dibawah :


Yeah, Senna membuktikan kalau NSX memang supercar Jepang pertama yang mampu imbang dengan supercar Eropa! Handling yang sempurna, mesin canggih dengan teknologi dari F1, membuat NSX menjadi mobil legendaris sampai saat ini.

NSX Senna
Senna sendiri diberi 2 unit NSX sebagai hadiah oleh Honda, dan salah satunya dengan model 1993 berwarna hitam beserta plat nomor BSS-8888 (B untuk Beco, nama kecil Senna, serta angka 8 sebagai tanda akan tahun kemenangan awal Senna di Formula satu, 1988), yang masih dimiliki oleh keluarga Senna sampai hari ini.

*ingin melihat Senna balap menggunakan Honda Civic EF? Klik ini!

Ducati Senna
Selain Honda, Senna juga identik dengan Ducati. Karena rasa cintanya akan motor & pertemanannya dengan presiden Ducati pada saat itu, Claudio Castiglioni, Ducati membuat 3 varian Ducati dengan nama Senna, yaitu Monster, 916, serta ST4. Selain itu, saat Castiglioni menjadi presiden MV Agusta, ia juga membuat varian F4 dengan nama Senna, untuk membantu Instituto Ayrton Senna, organisasi untuk membantu pendidikan & kesejahteraan anak di Brazil.

Williams Senna
Tertarik akan kemampuan Williams yang dahsyat, akhirnya pada tahun 1994, Senna menggantikan Alain Prost yang pensiun bersama Williams setelah menjuarai musim 1993. Ditemani oleh pembalap muda bertalenta, Damon Hill, Senna ternyata kurang memperlihatkan prestasi yang maksimal, dan 2x gagal finish di 2 lomba di awal musim 1994.

Williams Senna
Prestasi buruk ini bukan salah Senna sebenarnya. Banyak yang menganggap ini karena FIA melarang penggunaan teknologi kontrol elektronik yang sebelumnya membantu Nigel Mansell & Alain Prost menjadi juara. Senna sendiri berkata bahwa Williams FW16 adalah mobil yang tidak nyaman.

San Marino 1994

“Itu adalah hari tergelap dalam sejarah Formula 1 yang aku ingat”
Murray Walker

Setelah 2 x gagal finish, Senna ingin membuktikan dirinya masih bertaring dalam Formula 1. Ia mencetak pole position pada Grand Prix San Marino didepan Michael Schumacher, sahabatnya Gerhard Berger & rekan setimnya, Damon Hill. Namun anehnya, terjadi banyak kecelakaan pada saat itu, mulai dari Rubens Barichelo, sampai kecelakaan yang merenggut nyawa Roland Ratzenberger.

Williams Senna
Pada saat kematian Ratzenberger, Senna mememluk sahabat terdekatnya sembari menangis, Professor Sid Watkins yang menjadi kepala medik F1 pada saat itu. Watkins, yang melihat ada firasat buruk, meminta Senna untuk tidak mengikuti balap pada saat itu, sembari menambahkan kalau Senna sudah menjadi pembalap tercepat, serta sudah meraih 3x juara dunia. Sayang, Senna memaksa ingin mengikuti balap dengan teguh…

San Marino 1994
Dan terjadilah tragedi mengerikan itu…Pada saat balapan, terjadi kecelakaan pada JJ Lehto yang selanjutnya tertabrak dari belakang oleh Pedro Lamy, dan serpihannya mengenai beberapa penonton. Lalu pada lap ke-5, Senna dengan kecepatan 217 km/h, menabrak dinding tikungan Tamburello, yang langsung mencederai kepalanya yang terhantam helm & headrest pada kecepatan tinggi.

Williams Senna
Hasilnya sangat fatal. Meski helm Bell M3 kuning kesayangannya terlihat tidak rusak, sebenarnya terjadi tekanan tinggi oleh setir yang menghantam helm Senna, yang membuat otak Senna menjadi trauma yang sangat parah. Senna sendiri langsung tewas ditempat, dengan kondisi yang tidak sadarkan diri…

Williams Senna
Seorang pembalap cerdas berusia 34 tahun, yang pada saat meninggal membawa bendera Austria untuk mendedikasikan (calon) kemenangannya pada Roland Ratzenberger, dinyatakan sudah tiada. Ada yang mengatakan ini karena kesalahan tim Williams, ada pula yang mengatakan bahwa Senna terlalu memaksakan kecepatan mobil di tikungan Tamburello, yang meski terlihat mudah namun harus berhati-hati…

Funeral Senna
Namun kecelakaan itu sudah terjadi, dan Senna tidak mungkin kembali. Dunia bersedih akan kehilangan seorang sosok cerdas dan berkarisma tinggi, yang juga sangat relijius. Senna sendiri dikuburkan di kota kelahirannya, São Paulo, dan dihadiri oleh banyak pembalap, salah satunya mantan saingannya, Alain Prost. Di batu nisannya tertulis “Nada pode me separar do amor de Deus” yang berarti “Tak ada yang bisa memisahkanku dengan cinta dari Tuhan

Ayrton Senna
Senna, yang menghabiskan banyak kekayaannya untuk kegiatan amal, memang hidup hanya sebentar di dunia yang fana ini. Namun semangat & rasa cintanya akan mobil, kecepatan, kompetisi & kemenangan, sudah menginspirasi banyak orang untuk hidup dengan mengeluarkan 110% kemampuannya, untuk meraih hasil yang terbaik.

Pedal2theMetal sendiri sangat kagum akan semangat hidup Senna yang selalu berusaha sebaik-baiknya. Ada kutipan yang cocok untuk dijadikan inspirasi kita semua :

“Ketika kau sudah mencapai batasanmu, sesuatu akan terjadi, dan kau akan langsung bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi. Bersama kemampuan pikiranmu, semangatmu, insting serta pengalamanmu, kau dapat terbang sangat tinggi.”

Senna, dunia tidak akan pernah melupakanmu, yang selama hidup, selalu memberikan kemampuan terbaikmu. Senna, berisirahatlah dengan tenang di tempat peristirahatan terakhirmu, dan semoga kami bisa mengambil hikmah dari semangat & kisah hidupmu…

7 thoughts on “Ayrton Senna, The Fastest Racer In The World

  1. hmmm….saya lebih menggemari alain prost, bagi saya beliau seperti halnya michael schumacher dan valentino rossi.
    ngga sekedar balap tp juga membangun mobil/motor lebih kompetitif…
    sori ini hanya pendapat saya….
    btw….asik/terharu juga membaca dan melihat lagi perjalanan almarhum senna …

    thanks bung admin.

    • Alain Prost juga top.

      Tenang, penuh perhitungan, teliti, presisi.

      Sayang Prost GP kurang berprestasi ya….Meski setidaknya dia pensiun di balap dalam kondisi jaya, tidak seperti Senna yang malah kehilangan nyawa😦

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s