Lorrie Stern, Hadiah Suami & Hidup Sehari-hari Dengan Lamborghini, Pink

Lamborghini Espada Pink
Sering kita jumpai, supercar eksotik seperti Lamborghini, dicat dengan warna yang mencolok, misalnya pink. Sebagai contoh, Murciélago LP 640 Roadster yang dipakai oleh Nicki Minaj dalam video “Massive Attack“. Banyak dari kita akan berpikir kalau itu adalah tindakan yang bodoh, aneh, serta kekanak-kanakan…

Namun, Pedal2theMetal menemukan salah satu pemilik Lamborghini yang meski memiliki warna yang feminin, namun memiliki dedikasi yang tinggi terhadap mobilnya. Bagaimana kisahnya?

Lamborghini Espada Pink
Pada bulan Oktober tahun 2010, diselenggarakan kontes mobil klasik Scarsdale Concours d’Élégance, dengan penghargaan “Most Unique” diberikan pada sebuah Lamborghini Espada tahun 1974. Mobil eksotis ini, adalah satu dari 1.217 unit Espada yang dibuat dari tahun 1968 sampai 1978. Keunikannya? Espada ini memiliki eksterior berwarna pink pucat, warna yang tidak pernah disediakan oleh Lamborghini.

Lamborghini Espada Pink
Penghargaan itu sendiri, sangat cocok dengan pemilik mobilnya, Lorrie Stern, yang sampai hari ini sudah 38 tahun memiliki mobil yang memiliki arti nama “Pedang” dari bahasa Spanyol ini. Apakah berhubungan dengan tradisi Lamborghini yang sering memakai nama banteng dalam produknya? Tentu saja, pedang yang dimaksud, adalah pedang yang dipakai matador untuk mengeksekusi banteng.

Lamborghini Espada Pink
Nyonya Stern adalah seorang nenek dengan 5 cucu, dan juga seorang pilot pesawat akrobatik amatir. Mengenai hobinya itu, Nyonya Stern berkata : “Aku menginginkan terbang seperti pilot Perang Dunia ke-2“. Oh iya, Nyonya Stern juga menjadi pemilik beberapa sportcar Eropa, seperti Jaguar E-Type 1968, serta Ferrari Mondial 1988. Soal Jaguar E-Type, ia berkomentar : “Mobil itu mampu berbelok & menikung dengan baik, mungkin lebih baik dari mobil apapun.”

Lamborghini Espada Pink
Hebatnya, seluruh mobilnya adalah daily drive, alias dikendarai sehari-hari, bukan sebagai mobil pajangan seperti banyak kolektor mobil eksotis. Ada cerita menegangkan soal bagaimana Nyonya Stern mengemudikan mobil-mobil eksotisnya sehari-hari :

Lamborghini Espada Pink
Ini terjadi ketika aku sedang mengemudi menuju dealer mobil di Queens. Namun aku lupa, mengapa aku sampai nekat mengemudi ketika sedang terjadi badai salju! Lalu ketika sedang berkonsentrasi mengemudi, ternyata sedang ada perbaikan jalan, dan aku secara reflek banting setir, dan berakhir dengan menabrak gundukan salju…

Untunglah, kecelakaan itu tidak terlalu parah, namun cukup mengagetkan Nyonya Stern. “Aku seperti terkena pikiran yang paling aneh yang pernah kurasakan,” Lalu dengan tertawa ia menambahkan “Aku pikir aku sudah meninggal, dan menuju surga…Dan aku menuju kesana dengan Jaguar kesayanganku! Aku sangat gembira!

Lamborghini Logo Pink
Kembali ke kisah Lamborghini Espada pink miliknya. Nyonya Stern mendapat mobil ini sebagai hadiah dari almarhum suami tercintanya, Stanley Stern. Jadi ceritanya, ia dan suaminya ternyata adalah kekasih sejak SMA di New Rochelle.

Nyonya Stern ingat bagaimana mereka berkenalan : “Inisial akhir namanya adalah S-T (Stern) dan aku adalah S-C (Schwartzman), jadi kita duduk bersebelahan di sekolah setiap waktu.”

Akhirnya, mereka berdua menjadi teman dekat, hingga akhirnya mulai berkencan. Satu hal yang menjadi favorit mereka berdua, adalah mobil Eropa, terutama produksi Italia. Mereka rutin mengunjungi pameran mobil New York Auto Show setiap tahun, serta dealer mobil Bob Grossman di Nyack, untuk mengagumi mobil-mobil cantik itu.

Setelah mereka menikah, Tuan Stern, yang bekerja sebagai seorang pengacara, membeli sebuah Citroën SM. Alasannya? Tentu karena selain mobil dari Eropa, SM juga memakai mesin dari Maserati. Ngomong-ngomong soal Maserati, karena merek itulah, Nyonya Stern menemukan mobil favoritnya.

Suatu hari di tahun 1973, Tuan & Nyonya Stern menemukan jika dealer Bob Grossman memiliki sebuah Maserati Ghilbi yang diinginkan mereka berdua. Sayang, mobil yang dulunya dimiliki oleh pembalap itu memiliki kondisi yang menyedihkan : Mobil itu sudah gosong terbakar.

Lamborghini Espada Pink

“Lalu aku melihat Lamborghini.”

Nyonya Stern terpesona dengan sebuah mobil grand touring besar terbaru pada saat itu. Ya, Espada, Lamborghini dengan mesin V12 bertenaga 350hp, serta transmisi 5-percepatan. Dengan desain tajam khas Bertone serta warna hijau terang, Nyonya Stern langsung jatuh cinta pada pandangan pertama!

Lamborghini Espada Pink
Butuh beberapa kali bolak-balik di Nyack, bagi Nyonya Stern untuk meyakinkan suaminya untuk membeli mobil yang memiliki 4 kursi itu untuk hadiah Natal. Tak perlu acara test drive. Dengan mantap Nyonya Stern menukarkan mobil sport mungil nan keren Fiat 124 Spider-nya, dan langsung ke rumah menggunakan Espada itu!

Namun ternyata ada satu ketentuan dari sang suami : “Stanley berkata, aku harus memakai Espada itu sebagai mobil sehari-hari.”

Lamborghini Espada Pink
Tentu saja Nyonya Stern langsung mengiyakannya! Sampai sekarang, Espada yang mampu mengangkut 4 orang anak dibagian penumpangnya ini, masih dipakai keluarga Stern untuk berpergian & belanja. Ya, berkat bagasi yang lapang, Nyonya Stern sering berbelanja menggunakan Lamborghini yang berbasis dari mobil konsep Bertone Pirana ini. Keren!

Lamborghini Espada Pink
Ia sering menggunakan Lamborghini ini untuk sarana antar-jemput. “Semua anak-anak di lingkungan ini, sudah pernah naik mobil ini,” Ia lalu menambahkan “Bahkan jika kau ingin ikut naik, kadang-kadang ada yang naik di bagasi.”

Odometer mobil ini sudah berhenti bekerja beberapa tahun yang lalu, dengan catatan yang fantastis : 98.000 mil! Nyonya Stern yakin, tahun ini mobil ini sudah mencatat jarak 100.000 mil, angka yang hebat untuk sebuah Lamborghini, yang meski berusia tua, namun banyak dari mereka masih memiliki odometer dengan 3-4 digit saja.

Lamborghini Espada Pink
Kebanyakan perjalanan Espada ini, dilalui berkat turing-turing klub Maserati cabang Utara, yang didirikan oleh Tuan & Nyonya Stern beserta beberapa teman pada tahun 1985. Tuan Stern sendiri, memiliki Maserati Quattroporte 1980, dengan catatan odometer 160.000 mil kata Nyonya Stern.

Meski milik istrinya, Tuan Stern juga rutin memakai Espada dalam beberapa kegiatan, mulai dari balap di sirkuit Pocono Raceway, yang sekarang menjadi sirkuit NASCAR, sampai turing menuju Florida untuk acara pertemuan klub.

Lamborghini Espada Pink
Pada tahun 1979, Nyonya Stern menginginkan untuk mengecat mobilnya dengan warna pink. Alasannya : “Aku pikir warna itu mampu menonjolkan garis & lekuk body lebih baik.” Nyonya Stern sendiri sama seperti wanita lain, menyukai warna pink. Terlihat dari banyak pakaiannya yang berwarna pink, serta pemilihan warna dapurnya.

Lalu, di tahun 1992, Espada ini direstorasi total, yang dikatakan oleh Nyonya Stern : “Ini dilakukan untuk mengembalikan mobil ini ke kondisi semula, atau akan dijual. Namun karena saking lama & cintaku akan Espada, akhirnya aku memilih opsi pertama

Lamborghini Espada Pink
Restorasi itu memakan waktu 2 tahun. Setelah selesai, Nyonya Stern mengirimkan mobil ini menuju Monterey, California, untuk disertakan dalam even kompetisi Concorso Italiano, kompetisi mobil klasik Italia di pameran mobil antik legendaris, Pebble Beach Concours d’Élégance.

Hasilnya? Karena baru pertama kali melihat sebuah Lamborghini klasik berwarna pink, para juri memberikan penghargaan khusus “Special Prize“, karena selain unik, mobil ini juga sulit untuk dimasukan ke kategori tertentu, saking berbedanya dengan mobil lain.

Lamborghini Espada Pink
Keluarga Stern memiliki banyak penghargaan dari beragam acara otomotif, yang saking banyaknya, mampu menutupi meja ruang makannya. Kebanyakan dari penghargaan ini, diraih oleh Espada pink ini, yang membanggakan Tuan & Nyonya Stern. Mereka berdua memang sangat serasi, sampai Tuan Stern meninggal di tahun 2004.

Lamborghini Espada Pink
Tuan Stern memang mendukung semua kegiatan & impian istrinya, mulai dari mengikuti sekolah balap Skip Barber, sampai belajar akrobat dengan pesawat Cessna Aerobat miliknya. Nyonya Stern berkomentar : “Jika kau pernah mendengar bagaimana ia mendeskripsikan aku, maka muncul perumpaan kalau aku adalah gabungan dari Amelia Earhart & Stirling Moss.”

Lamborghini Espada Pink
Lalu sambil tersenyum ia berkata “Ia mungkin tidak setuju semua yang aku lakukan, namun ia tetap mendukung semuanya.

Ada satu hal sebenarnya yang tidak disetujui oleh Tuan Stern : “Aku sebenarnya menginginkan ruang dapur di rumah, dirubah menjadi sebuah garasi, lebih tepatnya sebuah showroom & musium.” Namun sambil tertawa ia berkata : “Ternyata semua orang tidak setuju, karena bisa merusak harga pasaran rumah.”

Lamborghini Espada Pink
Yeah, hidup sehari-hari dengan suami yang sama-sama pencinta mobil, memiliki banyak mobil legendaris dari Eropa, dan berkelana sehari-hari dengan Lamborghini, berwarna pink. Itulah yang dinamakan hidup seorang pencinta mobil, yang merupakan hidup yang menarik & menyenangkan, karena berhasil mewujudkan impian.

Pedal2theMetal doakan, semoga semua pembaca Pedal2theMetal juga bisa merasakan hal yang sama seperti dari Lorrie Stern, yaitu dapat hidup dengan supercar, dan menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari!

Sumber : New York Times

6 thoughts on “Lorrie Stern, Hadiah Suami & Hidup Sehari-hari Dengan Lamborghini, Pink

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s