Guy Martin, Kisah Sang Pembalap, Mekanik Truk & Aston Martin

Guy Martin Aston Martin
Untuk mengawali tema “I ❤ Cars” di bulan Oktober ini, Pedal2theMetal akan menulis (lebih tepatnya menyadur) kisah mengagumkan dari seorang pencinta mobil dari Inggris : Guy Martin. Pedal2theMetal rasa, anda patut membacanya untuk dijadikan inspirasi, akan betapa kuatnya efek & daya tarik yang dihasilkan oleh mobil, terhadap sang pengagumnya, manusia.

Bagaimana kisah pria berusia 30 tahun ini? Apa keunikannya? Inspiratifkah sesuai janji Pedal2theMetal?

Guy Martin Aston V12
Kisah yang ditulis dengan indah oleh Gary Inman ini, disadur dari artikel Evo Magazine, majalah otomotif favorit Pedal2theMetal. Menceritakan seorang pria yang sangat mencintai mobil. Pria bernama Guy Martin yang lahir pada 4 November 1981 di Kirmington, North Lincolnshire, Inggris ini, memiliki kisah yang inspiratif, karena rasa cintanya yang besar akan mobil, untuk subjek kali ini : Aston Martin.

Tulisan Gary Inman ini sudah dialih-bahasakan oleh Pedal2theMetal secara langsung, serta ada pengubahan beberapa kata-kata agar lebih mudah diartikan oleh orang Indonesia. Jadi, jangan dibandingkan dengan tulisan aslinya ya, jika hasil alih-bahasa Pedal2theMetal terbaca kurang menarik…

Ayo kita mulai!

Rambut pria ini terlihat tebal & sehat, seperti tanaman di musim panas, bahkan saking tebalnya, mungkin burung Gelatik bisa bersarang di rambutnya. Tangannya, tidak besar, namun kuat, dengan jari-jari yang kokoh, yang mampu menyikat karat & jamur yang menempel di besi sampai bersih dengan mudah. Sepatunya sendiri memiliki ujung berbahan besi.

Guy Martin Aston Martin
Anda bisa sebut ia kotor, karena pakaian yang sudah longgar, dan tentu saja terlumuri oli. Oh iya, seperti anda lihat, namanya tertulis dalam pakaian kerjanya. Inilah pakaian seorang mekanik yang memperbaiki truk, didalam garasi tanpa pintu yang dingin, selama 6 hari dalam seminggu.

Guy Martin Aston V12
Namun dalam salah satu kantong pakaian berwarna biru ini, tersimpan sebuah kunci sebuah Aston Martin V12 Vantage. Ya, Aston Martin V12 Vantage milik pria ini. Terasa janggal = Guy Martin, adalah seorang pria berusia 30 tahun yang bekerja sebagai mekanik truk. Mekanik truk, Aston Martin. Aston Martin, mekanik truk. Kombinasi yang aneh.

Kami pertama berjumpa Guy di tempat kerjanya, didalam sebuah garasi truk yang terletak menjorok disamping sebuah jalan raya. Ia sedang bersiap-siap untuk menghaluskan sebuah kepala silinder dari van Iveco, dengan tangannya sendiri, menggunakan mesin penggiling, di udara yang dingin.

Mesin ini memiliki banyak fungsi, dan ditangan yang tepat, mampu memiliki ketepatan sampai setengah milimeter, dan siap membersihkan kepala gasket sampai kepala silinder. Semuanya ia lakukan sambil berbicara, tentang ini, tentang itu. Itulah wujud teknik yang presisi yang terlihat mudah, bagaikan mengocok telur, meski kenyataanya sangat sulit.

Guy Martin Aston V12
Pekerjaan selesai, kita menuju van Ford Transit miliknya, yang ia komentari : “Aku mencoba menghabiskan 100.000 mil dengan mobil ini, sampai ban & brakepad-nya habis“. Yep, kita akan pergi untuk melihat sang V12. Mobil itu tinggal tidak jauh dari sini, di tempat yang seorang fotografer sukai, karena terlihat eksotis & unik ; Mobil eksotik & tempat yang eksotik.

Namun Guy tidak berniat akan hal klise itu. Sang V12 ternyata memang hidup dalam sebuah gubuk, tanpa pintu & jendela kaca yang rapat, yang membuat efek siulan karena angin. Guy sendiri hidup bertetangga dengan gubuk ini, ikut menginap bersama rumah milik orangtua pacarnya.

Terasa janggal bukan? Seorang mekanik truk semestinya tidak mampu membeli Aston Martin keluaran mutakhir. Ini karena ada kisah yang lebih lanjut : Guy adalah seorang pembalap motor. Meski begitu, ia berkomentar : “Motor adalah hobi, dan memperbaiki truk adalah pekerjaan.

Guy Martin Aston Martin
Guy bersaing serta unggul, di kompetisi yang para bikers Inggris sebut : “The Roads“, sebuah kompetisi balapan yang mengambil tempat di jalanan raya yang ditutup. Salah satu contoh balapan paling terkenalnya adalah Isle of Man TT, yang meskipun Guy belum pernah menjadi pemenang pertama, namun ia sudah menyabet 8 podium sejak debut tahun 2004. (Ingat kalau seluruh pembalap TT bisa mengikuti lebih dari 1 kelas, di balapan yang memakan waktu 2 minggu ini.)

Guy Martin Aston Martin
Ada pula balapan lain, misalnya North West 200 yang berlokasi di Irlandia Utara, yang rutin dihadiri oleh 200.000 penonton, dan diakui sebagai salah satu acara olahraga dengan penonton terbanyak di Inggris. Valentino Rossi sendiri adalah penggemar balapan model ini, bahkan ia menjadi rekan 1 tim bersama Guy dalam TT tahun 2009 dengan sponsor mereka berdua, Dainese, pabrikan riding gear dari Italia.

Guy Martin Aston Martin
Namun, jangan anggap Rossi & Guy tidak selevel. Anda salah! TT yang memiliki kelas dari 600cc sampai 1000cc ini, adalah salah satu balapan paling berbahaya didunia. Menggunakan motor yang sama kuatnya dengan WSBK, mereka berpacu di jalanan yang tidak lebih lebar dari jalanan perumahan, dengan jalan yang naik-turun, membuat para pembalap bisa jumping setinggi 7 kaki!

Guy Martin Aston Martin
Para pembalap TT juga yang pemberani ini juga menggunakan trotoar untuk membantu menikung. Yeah, menggunakan lutut yang digesekan ke aspal, dengan kecepatan 258km/h, dengan ban depan yang melayang, alias tidak menempel di aspal. Sinting? Jelas.

Guy Martin Aston V12
Di akhir balapan, para pembalap terbaik akan mendapatkan hadiah uang. Meski sebenarnya, banyak pembalap terbaik sebenarnya sudah tidak bisa melihat akhir balapan. Karena saking berbahayanya balapan ini, muncul idiom : “Kita disini bukan untuk waktu yang lama, namun waktu untuk bergembira.

Akhirnya? Dana pensiun tidak ada, menabung untuk hari tua juga tidak mungkin, asuransi jiwa sudah jelas ditolak. Solusi terbaik menurut Guy Martin? Membeli Aston Martin.

Vantage kelas tertinggi ini sudah diselimuti debu-debu halus, yang disertai beberapa kotoran burung merpati, sebuah wujud apresiasi mereka terhadap salah satu mobil Gran Tourismo terbaik di dunia ini. Ketika Guy menyalakan mobil ini sendiri, mesin V12-nya bersuara seperti berkumur-kumur dengan bensin Super Unleaded, mungkin karena sudah beberapa waktu tidak dinyalakan.

Guy Martin Aston V12
Ia lalu memindahkan mobilnya ke luar, untuk dicuci dengan tangan. Lalu dengan sepatu boot-nya, ia menekan pedal akselerator dengan tegas. Membuat suara elegan & karismatik V12 menggelegar, sambil membuat ban lebar Pirelli P Zero Corsa di belakangnya berputar secara kuat. Yeah…

Guy lalu berkata : “Aku pernah memiliki BMW M3 E46 CSL ketika berusia 21 tahun.” Lalu ia melanjutkannya : “Mobil itu sangat baik, meski aku pikir Porsche 911 GT3 RS milikku lebih baik, namun terasa sangat hardcore. Aku bahkan tidak bisa menaruh helm dibelakangnya, karena bagian belakangnya penuh oleh rollcage & pemadam kebakaran.

Mungkin mobil itu lebih kencang di sirkuit Donington, namun di jalanan? Belum tentu. Dan mobil itu terlihat seperti berteriak padamu, mungkin karena warna velg serta strip yang berwarna merah, jadi aku menjual Porsche 911 GT3 RS itu.

Guy Martin Aston V12
Pernah terjadi “Puasa” akan kepemilikan mobil sport ketika Guy hanya memiliki van Transit miliknya untuk transportasi. Terkadang ia memiliki mobil ketika ia membutuhkannya, terkadang juga tidak. Diantara 911 GT3 & Aston, ia pernah memiliki BMW M3 E92 V8. “Aku mengemudikannya sampai rumah, dan berpikir : “Apa yang aku lakukan?” Akhirnya aku memarkirnya, dan bahkan tidak pernah melihatnya lagi.

Akhirnya mobil itu dijual setelah menghabiskan 3000 mil, dan Guy kembali menggunakan Transit bertenaga 85hp sebagai sarana transportasinya selama 1 tahun. “Aku belajar teknik heel-and-toe dengan Transit ini,” ujarnya sambil menyeringai dengan jahil.

Ia pernah hampir membeli rumah, meskipun akhirnya tidak jadi. Ini karena ia mendapatkan mobil idealnya, yang akhirnya membuatnya menjadi terobsesi untuk memiliki mobil yang diproduksi secara terbatas itu.

Vantage V12, adalah mobil yang Guy sudah dengar & baca segala rumornya, beberapa bulan sebelum melihatnya dengan mata kepala sendiri di Goodwood Festival of Speed. Ia sendiri disana menjadi tamu, dengan berparade menggunakan Honda CBR Fireblade yang menjadi motor juara bersama Guy di even balapan terbesar di tahun itu, TT.

Guy Martin Aston Martin
Guy sambil merenung, berkata : “Ayahku tidak pernah tertarik akan BMW atau Porsche. Ia selalu berkata “Itu bukan Aston?” Dan pemikirannya ternyata benar. Aku hampir saja membeli Prodrive V8 Vantage, namun aku bahagia karena aku menunggu sedikit lebih lama.

Sehari setelah Goodwood, aku sedang berseluncur di internet pada jam minum teh-ku (Guy sendiri adalah seorang fans teh), untuk mencari Vantage V12 yang sudah dijual. Lalu aku menemukan dealer Dick Lovett, yang sedang mempromosikan sesuatu, namun tidak jelas apakah itu V12 Vantage. Lalu aku mengirim e-mail pada mereka sambil bertanya. Ternyata mereka jawab iya, namun mereka belum mendapatkannya secara langsung, jadi mereka belum mempromosikan V12 dengan jelas.

Guy Martin Aston Martin
Guy lalu menambahkan : “Aku memikirkannya semalaman, sambil meyakinkan diri kalau aku mampu membelinya, dan langsung menelpon sales Dick Lovett bahwa aku akan membeli V12 itu besok.

Kemudian : “Lalu aku mengirim pesan pada pacarku, karena aku sudah melakukan hal yang bodoh, dan akan aku ceritakan pada saat sudah sampai dirumah. Ia berpikir aku menabrak seorang nenek-nenek atau semacamnya. Ketika aku katakan tentang mobil itu, ia berkata “Yah, kau selalu menginginkannya bukan? Ia sendiri tidak terlalu tertarik pada mobil sebenarnya.

Guy Martin Aston Martin
Dan, inilah sekarang yang terjadi. Seorang mekanik truk sekaligus pembalap yang memiliki mobil dengan tingkat depresi harga yang lebih cepat dibandingkan caviar yang dijemur dengan sinar matahari. Dengan pajak sebesar £460 serta biaya asuransi sebanyak £2000, tentu saja itu angka yang cukup besar untuk seorang mekanik truk berusia 30 tahun, yang sampai sekarang belum memiliki rumah sendiri.

Guy lalu berkata dengan lirih : “Ada waktu setelah balapan dimana aku berpikir, “Ya, ini sudah terjadi“, dimana Guy menceritakan kesannya sewaktu selamat dari beberapa kecelakaan. Ia lalu menambahkan “Namun, ketika kau selamat dengan perasaan janggal yang tertinggal, itulah perasaan yang tidak dapat dijelakan. Dan aku selalu mengejar perasaan itu setiap waktu.”

Aku suka hidup dengan resiko, namun jangan mencari perasaan itu dengan ngebut dengan motor di jalan raya umum (jika tidak ditutup seperti TT) sampai kecepatan 258km/h. Kau tidak boleh melakukannya, dan aku tidak akan pernah melakukannya.

Guy Martin Aston Martin
Lalu dengan tegas Guy berkata : “Aston Martin ini bukanlah kendaraan sehari-hari. Ini khusus untuk kegiatan bersenang-senang dari hari ini sampai nanti, mungkin selamanya. Aku tidak pernah berpikir untuk menjualnya. Ketika aku mendapatkannya di Dick Lovett, ada sebuah Ferrari F40. Mobil itu sudah dimiliki tangan kedua sejak baru, dan sampai hari ini terlihat seperti baru keluar dari showroom. Aku ingin V12 Vantage ini bernasib sama seperti F40 itu, 20 tahun kemudian.

Aston Martin berencana membuat 999 unit Vantage V12 lain. Namun tentu saja, tak satupun dari mereka akan dimiliki oleh pria se-spesial Guy Martin. Anda setuju, pembaca Pedal2theMetal?

Sumber :

Evo Magazine
Guy Martin Racing

16 thoughts on “Guy Martin, Kisah Sang Pembalap, Mekanik Truk & Aston Martin

  1. seorang pembalap sekaligus juga seorg mekanik….
    keuntungan tersndiri buat Guy Martin…..karena nntinya dia akan mudah memodifikasi settingan mobilnya yg “biasa2 aja” menjadi “luar biasa”…!

  2. Pingback: Bikin Wallpaper + Kalender Suzuki Racing Favoritmu Sendiri! « SRT Motoblog

  3. Aku sangat terharu melihat kondisi yg dialami Om Guy Martin ini. Karena jarang banget lho seorang mekanik bisa punya mobil sebagus Aston Martin

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s