Q & A Tentang AE Hachiroku oleh Pedal2theMetal

AE86 Front Shoot
Kemarin, Pedal2theMetal membuat polling kecil-kecilan soal “Apa mobil favorit anda di Manga & Anime?” yang hasilnya sebenarnya sudah tertebak : AE86 “Panda” milik Fujiwara Takumi & Bunta menjadi jawaranya!

Nah, sesuai janji Pedal2theMetal, pemenang polling ini akan dibuat tulisan khususnya…Namun berhubung AE86 milik drifter fiktif ini sudah Pedal2theMetal tulis disini, mungkin lebih baik jika berbicara soal basis mobil legenda itu : AE85 & AE86, namun dalam format….Q & A (Pertanyaan & Jawaban)

Oke, ayo kita mulai!

Perkenalan & Sejarah
Carland AE86

Q : Mengapa dinamakan AE86?
A : Ini adalah ciri khas penamaan kode Toyota, untuk AE86 sendiri, A untuk kode mesin yang dipakai (dalam hal ini 4A), E adalah kode untuk Corolla, 8 untuk menunjukan seri dari generasi Corolla (dalam hal ini E80) serta 6 untuk model dari generasi ini

Q : Lalu, bagaimana dengan AE85? Mengapa mengapa memakai “5”?
A : AE85, adalah versi ekonomis dari AE86. Dari pemilihan mesin 3A-U SOHC (membuat AE85 tidak memakai stiker “Twin Cam”), memakai transmisi model kopling kabel K50 (AE86 memakai transmisi hidrolis T-50) serta tidak dilengkapi LSD & cakram belakang

Q : Apa arti dari Hachiroku & Hachigo?
A : Hachi = 8 dalam bahasa Jepang, Roku = 6, Go = 5. Simpel bukan?

Q : Apa alasan Toyota membuat AE86?
A : AE86 adalah varian Sprinter, yang berarti model sporty & 3-pintu dari varian Corolla, dalam hal ini E80, serta memakai penggerak RWD, berbeda dengan AE92 misalnya, yang memakai penggerak FWD

Q : Siapa desainer AE86? Apakah ia memiliki reputasi?
A : Pedal2theMetal kurang mengetahui siapa kepala desain dari AE86, namun salah satu staff-nya adalah Nobuaki Katayama, yang kelak akan menjadi kepala desain dari Lexus IS / Altezza, Soarer generasi pertama serta Toyota Supra Mark IV

AE86 Sedan
Q : Ada berapa versi dari AE86?
A : Untuk model body, ada 2, yaitu hatchback 3-pintu, serta 2-pintu sedan. Untuk model lampu, ada 2 juga, yaitu Levin dengan lampu fixed kotak, sedangkan Trueno memakai model lampu pop-up, yang juga akan dipakai lagi oleh Sprinter AE92

Q : Apakah AE86 versi JDM berbeda dengan varian USDM & EDM serta AUDM?
A : Ya, dari soal penamaaan, kelengkapan, desain body serta mesin. Seperti contoh, mesin 4A-GE yang dipakai model USDM adalah varian 4A-GEC, yang dimodifikasi agar memenuhi ambang batas emisi, yang memiliki dampak negatif yaitu tenaganya tertahan

Q : Lalu, model mana yang terbaik? JDM atau USDM atau EDM? Atau malah AUDM?
A : Semuanya hampir sama, namun melihat banyak pemilik AE86 memodifikasi mobil mereka agar mirip dengan varian JDM seperti GT-Apex misalnya, ini membuat AE86 versi JDM menjadi varian yang paling dicari

Q : Adakah versi spesial dari AE86?
A : Ya, dinamakan “Black Limited” dan hanya untuk model Trueno. Mudah ditebak, AE86 ini memakai warna hitam, dan dilengkapi aksesoris tambahan seperti velg Advan type-A, setir serta tuas transmisi berlapis kulit, dan lain-lain. Kuantitas? Hanya ada 400 unit

Konstruksi & Mesin
4A-GE Engine

Q : Berapa bobot bersih AE86?
A : Variatif, namun berkisar dari 900 – 925kg untuk model sedan 2-pintu, sampai 935 – 940kg untuk varian hatchback, ringan bukan?

Q : Mesin apa yang dipakai AE86?
A : Untuk mesin, AE86 memakai mesin 4A-GE, mesin tangguh racikan Toyota & Yamaha, yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 112hp. Mesin ini sendiri, dipakai dalam kompetisi Champ Car Atlantic, yang dimodifikasi oleh TRD agar mampu berkitir sampai 12.000rpm!

Q : Lalu, bagaimana dengan transmisi?
A : Seperti Pedal2theMetal utarakan diatas, AE86 memakai transmisi T-50 5-percepatan, yang juga dipakai Celica, Corona, namun khusus untuk varian tertingginya. Transmisi ini juga disediakan rasio yang lebih rapat oleh TRD & Quaife. Oh iya, AE86 juga tersedia dalam model automatik 4-percepatan kok!

Q : Bagaimana dengan engine swap? Mesin apakah yang cocok dengan AE86?
A : Mesin 4A-GE bawaan AE86 sebenarnya cukup untuk membuat pengemudinya ketagihan dalam mengemudikannya. Namun jika ingin merasakan tenaga yang lebih, Pedal2theMetal lebih memilih memakai mesin NA dengan karakteristik yang sama, seperti 4A-GE “Blacktop”, 3S-GE, atau dari luar Toyota, seperti F20C dari Honda S2000

Hibino SR86
Q : Apakah AE86 & mesin dengan perangkat induksi tambahan seperti turbo & supercharger cocok?
A : AE86 dengan mesin turbo & supercharger juga kombinasi yang tepat, terutama jika membutuhkan tenaga yang cukup besar. Kombinasi “SR86” dari mesin Nissan Silvia yang dipakai Tetsuya Hibino dalam D1GP, membuktikan bahwa sasis ringan & mesin kuat sangatlah “membunuh”

Q : Apakah AE86 itu canggih?
A : Teknologi yang dikandung AE86 memang terlihat primitif dibanding mobil masa kini, meski pada zamannya, AE86 sudah lumayan maju dengan memakai camshaft ganda serta T-VIS untuk mengontrol 16-katupnya

Q : Mungkinkah AE86 menjadi basis mobil untuk efisiensi bahan bakar?
A : Sangat mungkin. Berbekal bobot yang ringan serta ruang mesin yang simpel, kita bisa membuat AE86 menjadi mobil untuk kompetisi efisiensi bahan bakar. Bahkan, kalau perlu menggunakan mesin elektris seperti CATS (Chiba Automobile University) AE86 Levin ini

Kompetisi
N2 Tsukuba

Q : Apakah AE86 kompetitif di sirkuit & balapan lainnya?
A : AE86 memiliki banyak kelebihan, seperti penggerak RWD, sasis ringan serta pengendalian yang “murni”, membuatnya diminati untuk aktivitas balap, baik amatir maupun profesional

Q : Apakah AE86 hanya baik di kompetisi drift?
A : Tidak juga. AE86 sering dipakai di arena turing bahkan rally, membuat AE86 menjadi salah satu mobil yang serba bisa. Namun memang tidak dipungkiri, berkat kultur drift, nama AE86 makin dicari-cari sebagai basis mobil kompetisi

Q : Saya lihat, AE86 memang sering ditemui di arena drift, meski jarang di kompetisi profesional seperti D1GP atau Formula D
A : Ya, sudah jarang AE86 menjadi peserta drift di kompetisi profesional seperti 2 nama diatas dengan alasan kurang kompetitif, serta tentu saja platform yang sudah tua. Namun, tidak tertutup kemungkinan membangun AE86 yang sangat kompetitif

Q : Bagaimana caranya?
A : Tentu saja harus memakai sasis yang rigid, mesin kuat & spesial, dan tentu saja, skill mengemudi yang dahsyat. Banyak contohnya, seperti AE86 milik Katsuhiro Ueo, Tetsuya Hibino serta Taka Aono yang membuktikan doktrin “A little Hachiroku that could” ala Initial D

N2 Tsukuba
Q : Apakah ada kompetisi khusus AE86?
A : Ya, dinamakan N2 Racing. Kategori khusus mobil RWD ini, awalnya digelar oleh Toyota & TRD untuk para pembalap terpilih oleh Toyota, yang mengemudikan AE86 & AE85 dengan modifikasi yang cukup ekstensif

Q : Apakah kompetisi N2 masih ada di Jepang?
A : N2 yang diselenggarakan oleh Toyota sudah lama tidak diselenggarakan, namun di beberapa tahun terakhir, penyelenggara N2 adalah Hot Version, yang masih tetap seru & menegangkan dan banyak menggamit pembalap kondang untuk memeriahkannya

Q : Bagaimana dengan negara lain? Apakah AE86 sering dipakai balap juga?
A : Di Eropa seperti Irlandia & Finlandia, banyak pembalap rally memakai AE86. Masih kurang cukup? AE86 juga pernah mengikuti kejuaraan BTCC, bahkan ketahanan Spa 24-Jam! Dahsyat kan?

AE86 Rally
Q : Edan! Ngomong-ngomong, mana yang lebih baik untuk kompetisi. Varian sedan, hatchback, Levin atau Trueno?
A : Tergantung. Namun, banyak pakar Hachiroku mengatakan bahwa varian sedan lebih rigid. Untuk biaya perbaikan, varian Levin tentu lebih murah dibanding Trueno, terutama jika terjadi kerusakan di sektor depan

Q : Ngomong-ngomong soal turing, apakah AE86 pernah mengikuti kompetisi turing di Jepang seperti JGTC?
A : Ya, dari All Japan Touring Championship Grup.A yang salah satu juaranya adalah Keiichi Tsuchiya muda, sampai JGTC kelas GT300 seperti BP Apex Kraft Levin yang memakai mesin 3S-GTE, meski kurang kompetitif

Q : Oh iya, apakah di Indonesia, AE86 sering dipakai balap juga?
A : Tentu saja ada, meski tidak sebanyak di luar negeri. Mungkin karena harga yang tidak tetap serta opini publik akan AE86 sebagai mobil hobi. Salah satunya ya milik Rifat Sungkar yang kondang ini

Popularitas
Carland AE86

Q : Apakah AE86 terkenal berkat Initial D?
A : Untuk orang awam akan dunia balap & otomotif mungkin iya. Namun popularitas Hachiroku sudah ada sejak pertama kali diluncurkan, karena memiliki potensi yang tinggi

Q : Bagaimana dengan tim-tim drifter touge & jalanan Jepang. Apakah banyak yang memakai AE86?
A : Banyak! Dari RunFree, Rough World (dipimpin oleh Nakai-san yang kelak mendirikan RWB!), sampai Team Mouse dan tentu saja, Hey Man!

Q : Apakah pembalap-pembalap terkenal juga memiliki AE86?
A : Tentu saja. Ini mungkin karena mereka banyak yang memulai karir balap dari Hachiroku, seperti N.O.B Taniguchi, Max Orido serta pembalap papan atas lainnya. Dorikin & Akira Iida sendiri, memiliki AE86 sebagai koleksi mereka

Q : Di Indonesia, mengapa Toyota tidak menjualnya? Bukankah pada era 80an, banyak para pelaku balapan seperti di Ancol?
A : Pedal2theMetal kurang mengetahuinya. Mungkin Toyota Indonesia melihat bahwa AE86 & AE85 kurang menguntungkan, atau melihat opini publik kalau Corolla E80 seperti GL adalah produk “Gagal”, entahlah

TRD AE86
Q : Mengapa harga AE86 tidak menentu di Indonesia misalnya?
A : Yah, AE86 adalah sebuah mobil hobi, dan sudah masuk kategori cult classic. Tentu saja harganya akan sangat tergantung siapa yang menjualnya, kondisi mobil, kelengkapan, sejarah serta modifikasinya. Dari harga hanya 100 juta sampai 500 juta, semuanya mungkin

Q : Apakah AE86 akan kembali lahir? Saya menyukai mobil ini!
A : Untungnya, Toyota berencana memproduksi generasi terbaru AE86 dengan kode FT-86. Sudah banyak konsep yang keluar, dari Gazoo FT-86 G, Scion FR-S & Toyota FT-86 II

Q : Kapan akan diluncurkannya?
A : Silahkan lihat artikel ini, dan kita tunggu saja kebangkitan Hachiroku!

Toyota RWD Family
Yah, sekian dulu pertanyaan & jawaban soal Hachiroku. Mungkin terasa masih kurang, namun yah…Semoga saja bisa menjawab sedikit pertanyaan anda (dan saya juga sebenarnya) soal Hachiroku

Tunggu lanjutannya, yaitu 10 Hachiroku Legendaris Dunia!

19 thoughts on “Q & A Tentang AE Hachiroku oleh Pedal2theMetal

  1. Pingback: Mengenal Tuner JDM Spesialis Manufaktur Part.3 « Pedal 2 the Metal Autoblog

  2. Pingback: Rauh Welt Begriff, Raw, Rough and Rock & Roll « Pedal 2 the Metal Autoblog

  3. Pingback: Anime & Manga & Komik Bertema Otomotif Favorit Pedal2theMetal! « Pedal 2 the Metal Autoblog

    • Yep, karena catnya.

      Jadi, Panda itu muncul dari warna Toyota Super White II, dengan bagian bawah seperti bumper, side-skirts & bumper belakang berwarna hitam. Sangat populer akibat Inital D…

      AE86 Keiichi
      Ada lagi variasi lainnya, yaitu “Keiichi Style“, yaitu warna Panda, namun memakai kap mesin hitam, dan side-skirts berwarna putih. Contohnya ya tentu AE86 milik DorikinšŸ™‚

  4. Pingback: Toyota & Yamaha, Duet Maut Penghasil Mesin Sempurna « Pedal 2 the Metal Autoblog

  5. Pingback: Ryosuke & Keisuke Takahashi, The Rotary Brothers : Epilog « Pedal 2 the Metal Autoblog

  6. Pingback: David Brooks Fensport Starlet KP62, An Invictus Hatchback | Pedal 2 the Metal Autoblog

  7. Pingback: Life Through The Lens : Rob Shaw & Fuji 86 Style 2012 | Pedal 2 the Metal Autoblog

  8. mantab ulasanny, demen dunia mobil gara2 anime initial D. mo tny mz bro, kelahiran Mazda Astina d thn 1991 apakh bwt ngikutin kesuksesan AE86. scra desain mirip..

    • Astina kalau saya bilang bukan dibuat untuk disandingkan dengan AE86…Sekalipun mirip.

      Konsepnya memang sama, compact hatchback, tapi Eunos 100 (versi JDM Astina) kemampuan handlingnya terbatas, beda sama AE86 yang pada zamannya punya kapabilitas lebih…

      Apalagi Astina tidak disediakan varian hi-performance-nya, tidak seperti ProtegĆ© GTX/GTR yang saya rasa jauh lebih superior dibanding AE92 Sprinter sekalipun…

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s