DOME Zero, Supercar Jepang Bernasib Seperti UFO!

Dome Zero
Kemarin, Pedal2theMetal mengatakan bahwa sportcar sejati Jepang pertama adalah Toyota 2000GT. Nah, kira-kira, anda akan bertanya : “Jika 2000GT adalah sportcar JDM pertama, lalu apa yang menjadi SUPERCAR pertama Jepang?“. Jawabannya adalah DOME Zero! Penasaran bagaimana kisah supercar yang mirip UFO ini? Baca artikel ini selengkapnya!

Dome Zero
Yang menjadikan suatu mobil dapat dikategorikan Supercar, Pedal2theMetal rasa harus memenuhi minimal 3 dari poin-poin ini :

1. Harus memiliki desain yang super, entah itu keren atau malah aneh

2. Harus memiliki konstruksi yang super canggih & rumit

3. Harus memiliki kuantitas, kualitas & eksklusifitas produksi yang super

4. Harus memiliki performa yang lebih superior dibanding sportcar, baik di segi kecepatan, tenaga & handling

5. Harus memiliki harga yang super mahal

Apakah DOME Zero memenuhi seluruhnya? Baca terus untuk mengetahuinya!

Dome Zero
Dome Zero (童夢-零), merupakan mimpi dari Minoru Hayashi, pendiri konstruktor mobil balap terkenal Jepang, DOME Co. Ltd. Hayashi-san ingin Jepang memiliki supercar eksotis & diproduksi terbatas yang selevel dengan supercar Eropa, dan merupakan manifestasi seluruh pengetahuan & pengalaman DOME di arena balap. Keren kan?

Dome Zero
Desain Zero pertama muncul pada awal tahun 1976, yang awalnya merupakan konsep mobil balap Le Mans. Namun melihat besarnya dana untuk mengikuti Le Mans, Hayashi-san lalu berpikir : “Bagaimana kalau Zero memiliki model jalan raya, agar mampu membantu dana Le Mans?“. Lalu, dimulailah proyek Zero. Simpel ya?

Dome Zero
Hanya berselang 2 tahun, Zero akhirnya berhasil diselesaikan, bahkan langsung dipamerkan di pagelaran akbar Geneva Auto Show yang ke-48, dan mampu menyedot perhatian para calon pembeli & investor karena desainnya yang sangat menyudut & futuristis!

Dome Zero
Namun, muncul masalah yang sangat pelik : Zero ternyata tidak lulus pengetesan homologasi dari lalu-lintas Jepang! Akhirnya, DOME terpaksa mengambil jalan lain : Membuat versi khusus balap Le Mans, serta prototip Zero versi ke-2, yang dimulai dari tahun 1979 sampai 1986…Cukup lama memang dibanding Zero versi pertama

Dome Zero
Mengapa Zero tidak lulus homologasi meski merupakan mobil konsep yang sukses sendiri tidak diketahui publik. Namun sepertinya, ini berhubungan dengan dana untuk biaya homologasi lalu-lintas Jepang yang sangat besar & ketat, sedangkan Dome sendiri bukanlah perusahaan raksasa & kaya

Dome Zero P2

Image Courtessy of Scivi@Flickr

Untunglah, Dome cepat belajar dari kesalahan Zero, dan membuat Zero P2. Tujuannya kali ini makin besar, yaitu tidak hanya dijual di pasar domestik (JDM), namun juga untuk pasar internasional! Karena itulah, banyak perubahan-perubahan di sektor eksterior seperti bumper & sasis yang diperkuat

Dome Zero P2

Image Courtessy of Scivi@Flickr

Diperkenalkan pada publik Amerika di Chicago & Los Angeles motorshow pada tahun 1979, sambutan dari publik & media sangat positif, misalnya dari majalah US Road serta Road & Track, karena dianggap versi jalan dari Lancia Stratos Zero (yang Pedal2theMetal rasa memang mirip desainnya!)

Dome Zero
Padahal, jika kembali ke 5 poin yang Pedal2theMetal rasa menjadi kriteria mobil dapa masuk dalam kelas “Supercar”, Zero P2 sebenarnya hanya lulus 3 poin, yaitu canggih, memiliki desain yang eksotis & ekslusif. Performanya? Setelah Pedal2theMetal lihat-lihat, biasa saja sebenarnya…

P2 yang memakai konfigurasi penggerak MR ini sebenanarnya memakai mesin yang sama dengan Datsun/Nissan 280Z, yaitu Nissan L28E SOHC 6 silinder yang bertenaga “hanya” 143hp! Untunglah, bobot P2 sangatlah ringan, hanya 920kg!

Ini membuat rasio beban & tenaga serta handling P2 hampir sama dengan Porsche 997 non GT3 & Turbo masa kini, yang membuat mobil bertransmisi manual 5-percepatan ini masih bisa dikategorikan mobil Jepang yang “cukup” super, terutama dibandingkan mobil Jepang lain di era 70an

Dome Zero RL
Bagaimana performa Zero versi Le Mans yang diberi nama “Zero RL”? Ternyata, meski mampu mengikuti kompetisi ketahanan legendaris ini, RL yang mengikuti balapan itu pada tahun 1979 ternyata gagal finish, dan di tahun berikutnya sendiri mampu finish, meski berada di posisi terakhir…

Dome Zero
Lalu soal harga? Ini juga Pedal2theMetal tidak dipenuhi oleh Zero. Mengapa? Ya karena DOME tidak jadi menjual mobil yang awalnya akan dihargai sekitar 400.000 Yen atau hampir 33 ribu dollar ini! Otomatis, Zero P2 hanya menjadi koleksi museum DOME saja…

Dome Zero
Uniknya, Zero P2 sering ditemui di festival-festival mobil klasik di Jepang, dan masih membawa semangat DOME, yaitu menjadi jagoan sirkuit! Mungkin DOME tidak takut akan masalah mesin yang jebol atau rusak, karena mesin L28 sendiri terkenal tangguh & mudah diperbaiki, cerdas juga!

Dome Zero
Mahkota “Supercar pertama Jepang yang berhasil diproduksi” sendiri, awalnya akan direbut Yamaha OX99-11, namun memiliki masalah yang sama dengan Zero juga, yaitu di masalah dana & ekonomi. DOME sendiri masih belum “kapok”, dan mendesain Jiotto Caspita. Bagaimana kisah Caspita? Tunggu ulasannya oleh Pedal2theMetal!

Dome Zero Hotrod
Namun, berkat desainnya yang inspiratif, Hasbro menjadikan Zero P2 sebagai basis desain karakter Transformers bernama Hot Rod (sebelum menjadi Rodimus Prime). Beberapa game balap terkenal seperti SEGA GT Online & Gran Turismo juga memasukan Zero P1 sebagai mobil hadiah, yang membuktikan betapa kuatnya fokus desain Hayashi-san & DOME dalam mendesain Zero sebagai supercar sejati

Dome Zero
Mungkin, Jepang pada era 90an masih belum mampu & pantas memiliki supercar. Bukan di masalah teknologi & sumber daya, namun juga di kekuatan merek & serta kemampuan ekonomi produsen itu sendiri. Hanya Toyota dengan Lexus LFA yang berhasil, sedangkan produsen lain seperti DOME? Seperti judul tulisan ini, bagaikan UFO, yang (mungkin) ada, namun jarang diketahui, bahkan dipertanyakan keberadaanya…

Sumber : DOME Co. Ltd Japan

About RYHN.FRDS

Your dangerously addictive photographer. Excels at motography, riding crap bikes & cursing about it.

14 thoughts on “DOME Zero, Supercar Jepang Bernasib Seperti UFO!

    • Hahahahaha……Ho’oh, masa mobil kayak Kumbang gitu….tapi kalau Zero kayaknya malah versi nyata mobil Jiban

      (masa detektip robot Jepang pake mobil Amerika kayak Pontiac Firebird?)

  1. Kalo dilihat dari kriteria supercar poin ke 3, gallardo gak ekslusif dong. Katanya gallardo diproduksi lebih dari 7000 unit

    • Gallardo yang mana dulu nih?

      Kalau Gallardo “biasa”, jujur aja…gak begitu eksklusif…Dari pemain baseball sampai Rapper, semuanya pada punya, mungkin karena mudah dipakai….Tapi dipikir-pikir 7000 unit untuk supercar yang dibuat selama 7 tahun, kayaknya masih sedikit sih jumlah Gallardo

      Lagipula kan banyak sekali Gallardo yang “aneh” kayak Valentino Balboni, SL, BiColore…yang dibuat lebih ekslusif🙂

  2. klo Lambo Countach, Ferrari Testarossa sama DeLorean punya anak bareng@ mungkin kaya gini ya tampangnya haahaahaa :))

    • Buahahahahaha…..

      Body metal dari DeLorean, desain wedge & nyudut dari Testa, sama pintu “Gandini” dari Countach….

      Eeeeh…mesinnya sama cupunya sama DeLorean….6 silinder😦

  3. Pingback: Jiotto Caspita, The Dark Side of The Moon « Pedal 2 the Metal Autoblog

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s