Pahlawan Drift Part.2 : Kuma, Nobushige Kumakubo


Setelah Pedal2theMetal mengulas (sedikit) soal sang raja drift, Keiichi Tsuchiya, kali ini Pedal2theMetal akan mengulas tentang salah satu “protektor” & pelopor subkultur drift, Nobushige Kumakubo, yang merupakan pembalap nomor 1 dari tim drift papan atas Team Orange & manajer dari sirkuit legendaris Ebisu yang sudah dianggap “Tanah Suci Drifting“.

Like always and from now on, we’re going all out!
Nobushige Kumakubo


Nobushige Kumakubo, lahir pada tanggal 10 Februari 1970 di Fukushima, Jepang. Lahir dari keluarga kaya yang memiliki tanah luas di pedesaan Fukushima, pria yang akrab disapa Kuma (yang berarti Beruang dalam bahasa Jepang) ini sudah akrab dengan jalanan pegunungan yang berkelok-kelok & sering dipakai para pembalap liar untuk balapan touge

Kumakubo Nobushige
Ketika berusia 5 tahun, Kuma mencoba sebuah motorcross mini di arena sirkuit Ebisu milik keluarganya, dan mulai menyukai sensasi jumping & kecepatan di sirkuit yang pada itu masih sering menjadi lahan testing kendaraan konsep dari Nissan. Karena ini pula, Kuma sering diajari mengendarai motorcross oleh para pembalap legendaris Nissan seperti Kazuyoshi Hoshino & Masahiro Hasemi!


Sayangnya, Kuma sudah menjadi salah satu pembalap motorcross terbaik di Jepang pada usia remaja, pada usia 20 tahun mengalami kecelakaan yang cukup parah. Ia yang saat itu frustasi karena menganggap karir balapnya sudah selesai, mulai mengenal salah satu olahraga otomotif lainnya dari staff sirkuit Ebisu yang sedang “iseng” drifting di sirkuit Ebisu, ketika Kuma sedang menjaga sirkuit Ebisu pada malam hari.

Kuma, yang awalnya kurang begitu tertarik dengan dunia roda 4, terpesona akan indahnya teknik-teknik & harmonisasi akan drifting. Kuma lalu ingat, bagaimana ketika ia masih kecil, selalu bermain mobil-mobilan untuk secara dikendarai secara menyamping, berbeda dengan anak lainnya yang lurus. Ia juga berpikir, nikmatnya drifting dengan mobil, sama dengan sliding dengan motorcross di sirkuit oval. Ya, Kuma mulai jatuh cinta pada drifting!


Agar kemampuan drifting Kuma & para pembalap Jepang lainnya makin hebat, Kuma lalu mendesain & membangun (bahkan mengemudikan bulldozernya sendiri!) sirkuit tambahan di Ebisu, menjadi total ada 7 sirkuit! Terdiri dari Nishi (barat), Kita (Utara), Higashi (Timur), Minami (Selatan), Kuma juga membangun sirkuit lain seperti Drift Land, sirkuit sekolah drifting Team Orang, sirkuit Touge dan sirkuit unik bernama “KuruKuru Island” yang berkarakteristik untuk sliding & drifting.


Hasilnya? Berkat desain & fasilitasnya yang “drifter friendly” & sering dipakai untuk kompetisi drifting baik profesional maupun amatir seperti D1GP & D1SL, G1GP, Carboy Dori-Con, Drift Matsuri, BM Cup serta acara buatan Team Orange sendiri seperti Big X, banyak publik drifting berkata bahwa Ebisu adalah surga & tanah suci para drifter, dan wajib dicicipi oleh seluruh drifter!


Karir Kuma di D1GP diawali pada tahun 2001 dengan mengandalkan Nissan Skyline R32. Publik mulai mengenal Kuma karena 2 hal : Warna tim & mobilnya yang identik dengan warna Oranye, serta skill tsuiso (mengejar) yang bisa dibilang sangat sempurna, bahkan lebih tepatnya mengerikan! Intimidatif & presisi, membuat Kuma ketika tandem sama seperti seorang pemburu yang mengejar buruannya!


Setelah berganti-ganti mobil dari Skyline, Chaser serta Silvia S15, Kuma mulai mencoba “eksperimen” yang sangat mengguncang dunia drift : Konversi mobil 4WD menjadi RWD. Ide ini didapat ketika ia sedang membaca beberapa majalah rally di kantornya, dan berpikir apa bedanya rally & drift? Karena sekarang sudah banyak pemilik Impreza, mengapa tidak membawa mobil mereka ke sirkuit Ebisu?


Dibantu oleh dewa tuning “Sang Tangan Dewa” Susumu Koyama dari JUN Tuning (Sekarang di Koyama Racing Labo), Subaru Impreza GDB yang juga menjadi Subaru pertama yang turun di arena D1GP ini sukses menyabet juara pertama D1GP di tahun 2006 setelah sebelumnya mendapat peringkat ke-4 di tahun 2005! Impreza ini sendiri, bertahan sampai musim 2007, dan di Ebisu, Team Orange & KRL memperkenalkan tunggangan baru mereka, Evo IX & Evo X.


Kehebatan Kuma, adalah mampu beradaptasi pada mobil-mobil yang ia kemudikan, dan tetap mempertahankan gaya & aura agresifitasnya yang terkenal presisi. Mau Impreza GDB, Evo IX & X, Silvia S13, S15 & 180SX, semuanya sama ditangan Kuma : Berbahaya namun Mengagumkan!


Di musim 2011 dimana Keiichi Tsuchiya & Daijiro Inada sudah keluar dari panitia D1GP, Team Orange, KRL & K-Style (rumah modifikasi milik Kuma) menurunkan tunggangan mereka yang paling mutakhir & cukup mengagetkan, Nissan C33 Laurel yang bertenaga hampir 1000hp! Apakah Kuma akan kembali menggebrak arena D1GP lagi, seperti di tahun 2006? Mungkin saja!

Kuma
Namun Kuma, bukanlah orang yang hanya haus akan prestasi di arena drift saja. Setiap nafas, tetesan keringat & energinya, hanya untuk kemajuan dunia drift & motorsport Jepang & Internasional. Pemilik sirkuit legendaris yang lebih mirip “situs” bersejarah bagi publik drifting, pelopor akan inovasi-inovasi di drifting baik mekanikal & teknikal, serta terus memacu adrenalinnya untuk drift. Semua sudah dilakukan oleh Kuma.

Kumakubo Nobushige
Pantas bukan, jika Pedal2theMetal menganggap Nobushige Kumakubo sebagai salah satu pahlawan bagi dunia drifting karena aktifitas & dedikasinya yang total untuk dunia drift?

Sumber : Team Orange

5 thoughts on “Pahlawan Drift Part.2 : Kuma, Nobushige Kumakubo

  1. Pingback: Goodyear ST Garage Kunny`z GRX130 Mark X, Lawan Otot Dengan Otot! « Pedal 2 the Metal Autoblog

  2. Pingback: Pahlawan Drift Part.3 : Doriten, Ryusuke Kawasaki « Pedal 2 the Metal Autoblog

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s