Fujiwara Takumi Corolla AE86 GT-APEX 1983, Misionaris Drift & Touge!

AE86 Hachiroku Takumi
Pedal2theMetal tanya pada anda, anda tahu subkultur drifting & touge dari mana? Mungkin, ada puluhan atau ratusan jawaban, tapi pasti, mayoritas akan berkata : “Dari manga atau anime Initial-D“. Yap, kali ini Pedal2theMetal akan mengulas soal sang “Hachiroku“, penyebar terbesar drifting & touge!

AE86 Hachiroku Takumi
Pasti, anda hafal, siapa pemilik AE86 legendaris ini? Ya, dialah Fujiwara Takumi (藤原拓海), anak dari Fujiwara Bunta, pemilik pertama dari penguasa touge Akina & pemilik toko tofu (tahu) Fujiwara. Dari awal sampai akhir, Takumi tetap setia dengan AE86 berwarna High-tech Black White “Panda” ini, meski berhadapan dengan mobil-mobil lain yang lebih kuat & kencang.

AE86 Hachiroku Takumi
Berawal dari kegiatan sehari-hari mengantar pesanan tofu yang melintasi pegunungan Akina, Takumi yang awalnya kurang antusias dengan drifting & touge, secara perlahan-lahan mulai menggeluti, bahkan berambisi menjadi pembalap mobil profesional dalam Project:D (tim touge yang diikuti oleh Takumi)

AE86 Hachiroku Takumi
Apa kelebihan AE86 yang dipasang fog light Cibié T353 ini dibanding sportcar Jepang lainnya? Tidak terlalu banyak, bahkan bisa dibilang inferior! Lalu, mengapa mobil yang memakai velg ikonik RS Watanabe F8 hitam yang dibalut ban Bridgestone Potenza RE01R ini selalu menang dalam touge?

AE86 Hachiroku Takumi
Jawabannya hanya 1 : Skill mengemudi yang adaptif, teknikal & konsisten adalah jawabannya, meskipun bobot yang ringan juga bisa dibilang kelebihan AE86 Zenki (produksi pertama / awal) yang pada stage-stage berikutnya menggunakan kap mesin karbon TRD ini.

AE86 Hachiroku Takumi
Salah satu kunci kehandalan mengemudi Takumi, adalah dari teknik meniru, belajar & masukan-masukan seperti saran dari 2 “guru“, yaitu Takahashi Ryôsuke, pimpinan dari Project:D dan Bunta, mantan pembalap touge legendaris, yang sampai akhir episode, bisa dibilang salah satu pembalap downhill terbaik & paling “sinting

AE86 Hachiroku Takumi
Coba lihat interior AE86 yang menggunakan jok langka TRD ini, pemerhati Inital-D pasti ingat dengan cup holder yang berada di dashboard. Ya, ini adalah salah satu cara dari Bunta, dengan memasang cup holder berisi air yang dianalogikan sebagai tofu yang berada di bagasi

AE86 Hachiroku Takumi
Jika Takumi menumpahkan air yang berada di gelas sewaktu berkendara di pegunungan Akina, berarti tofu yang berada di bagasi akan pecah. Hasilnya? Skill membagi & mengatur bobot via rem, kehalusan & mengerem Takumi menjadi hebat. Metode yang unik, tapi efektif!

AE86 Hachiroku Takumi
Bicara soal mesin, awalnya mesin 4A-GE bawaan Corolla GT-S masih digunakan Takumi sampai stage ke-2. Sayangnya, setelah lama dipaksa, akhirnya mesin tangguh ini blown off sewaktu melawan Sudo Kyouchi, pimpinan tim Emperor. Sebagai gantinya, Bunta & Suzuki Masashi memasang mesin TRD 4A-GE Silvertop yang berasal dari mobil balap Grup-A Corolla AE-101. Gila!

AE86 Hachiroku Takumi
Hasilnya? Dengan mesin (yang sepertinya diracik oleh sang dewa N/A, (alm) Sakurai-san dari TRD-Technocraft) bertenaga 250hp dan siap meraung sampai 11.000rpm, Takumi mampu melawan berbagai macam sportcar dengan berbagai kelebihan & kekurangan. Dari RX-7, Skyline R32 GT-R, Civic EK9, S2000 sampai Suzuki Capucinno, semuanya disikat!

AE86 Hachiroku Takumi
Kisah heroik & mengagumkan Takumi & Hachi-roku (Delapan-Enam dalam bahasa Jepang), menjadi “biang kerok” akan 2 hal, mulai menyebarnya tren drifting & naiknya harga AE85 & AE86 menjadi jauh lebih mahal dibanding sebelum terkenalnya Initial D.

AE86 Hachiroku Takumi
Apakah ini hal yang buruk & membuat nama AE86, Drifting & Touge menjadi “pasaran”? Tentu saja tidak!

AE86 Hachiroku Takumi
Takumi & AE86, mengajarkan bahwa dengan mobil yang tidak sekuat mobil modern, kita masih mampu berkompetisi, bahkan menang, asalkan skill mengemudi & ambisi akan menang yang tinggi. Jadi, jangan patah semangat kalau mobil yang anda pakai / miliki tidak secanggih & sekencang mobil lain, karena kemenangan & kecepatan masih tetap ditentukan kelihaian pengemudi.


Apakah kemunculan Toyota FT-86 II / Scion FR-S akan mengulang romantika AE86, sang “Hachiroku that could” di dunia modern yang penuh akan mobil yang serba otomatis?


Mungkin saja, dan Shuichi Shigeno (pengarang Initial-D) akan memulai cerita baru, tentang petualang seorang pembalap touge muda, yang meskipun memakai mobil yang terlihat lemah, namun masih bisa membantai mobil-mobil lain yang lebih kuat, canggih & mahal!

Sumber Foto : Tick Taeck Blog

37 thoughts on “Fujiwara Takumi Corolla AE86 GT-APEX 1983, Misionaris Drift & Touge!

  1. Pingback: Pahlawan Drift Part.1 : Dorikin, Keiichi Tsuchiya « Pedal 2 the Metal

  2. hehehe, emang mesin2 Toyota jmn dulu banyak yg legendaris, yg paling ngejedar ya 4AGE. Lebih terkenal performanya dibanding mesin Corolla yg baru. Tapi setelah Corolla 4AFE (mesin regular), katanya Corolla 7AFE juga lumayan bertenaga. Seandainya pengembangan mesin 4AGE blacktop diteruskan sampai 7AGE (1800 cc), pasti Corolla2 makin kenceng, uhuy. Sayangnya versi 7A hanya FE aja, gak ada GE. Klo gak salah bedanya di letak/posisi katup.

    Klo di negeri ini, mesin legend apalagi selain K series, wkwkwkwkk. Terutama seri 5K red top (masih Jepang punya) yg punya torsi gede. 5K silver udah buatan sini, jadi kurang tarikan. Klo 7K sih tarikannya lumayan dibanding 5K series, tapi jelas nafasnya pendek2 tiap gear, karena strokenya gede. Belum borosnya. Kebetulan mesin2 itu bersemayam di dua mobil di garasi ortu, mobil2 yg banyak kenangan dan gak bakal dijual, hahaha.

      • hahaha, F series terutama Jimny emg mantep. Itu dia, menang iritnya dibanding K series, tp K series tahan banting juga tuh (<<udah membuktikan dgn 2 K series di rumah), Kijang Grand yg di rumah udah mau 20 th masih mantep, mesinnya masih alus, tapi emg kurang tenaga, udah harus servis besar nih. Klo Kijang kapsul 1998 emg lumayan tenaganya, tapi borosnya itu lho, bused. BTW, mesin Karimun dan Jimny (Carribean tapi)juga F series yah….?

        Klo K series dengan performa sebenernya, bisa dirasain di 2K, 3K, 4K, sampai 5K yg masih dari Jepang. Ciri2nya biasanya warna mesinnya merah. Klo generasi sesudahnya (5K lokal, 7K lokal) warnanya biasa. Klo gak salah K series Jepang terakhir itu ada di Kijang Super th 1989.

        *kok kayak motornya aja, dinamain F series (FB100, FD110/FD110X/FD125X, FH125, FK110, FW110, FL125) hehehe.

        • Kalau Karimun itu…F-Series juga, tapi beda kapasitasnya kalo gak salah (Carry 1k, kalo Karimun 1st gen 1100cc….anehnya Estilo malah ciut jadi 1k hahahaha)

          Kalau Caribbean….kayaknya pake G-series deh, mirip sama APV soalnya (tapi katanya sih waterproof, kayak mobil-mobil TDM)

          Nah itu….K-Series yang Japan-Spec emang najong bener….sayang boros-boros kecuali yang Starlet EP70 , itu juga ketolong bobotnya yang flyweight😀

      • Mesin legendaris Suzuki tuh ada 2, F10A (4stroke, 4cylinders, 8 valve, 970cc, SOHC) sama L50 (2stroke, 3 cylinder, 539cc)…

        • Hahahaha….mesin L50, yang dipakai truntung itu ya?

          Jangan lupa enjin R13B juga, salah satu mesin dengan kapasitas kecil, tapi memiliki perbandingan tenaga dengan kapasitas lumayan tinggi, kalo gak salah dipake Swift JDM / Cultus

      • Betul, L50 itu enginenya Trungtung AKA Carry ST20, si pikap mungil berpower cihui dan bersuara khas, kehandalannya masih diakui sama penduduk pegunungan jawa barat. Kalo R13B gak masuk sini sih, jadi gak ngetop disini.

  3. oh, gitu yah, pantesan aja suara mesinnya mirip2. Klo di Estillo sih klo gak salah ganti tipe mesin,. Jadi cc pun lebih ciut. Jd inget sama Megapro baru yg ganti mesin dari GL series malah turun cc, tapi tarikan malah tambah kenceng.

    Carribean denger2 mantep ya? alternatif bagus tuh bt jip ekonomis.

    Pernah numpang di sebuah Kijang Super dgn 5KRedblock (J-spec) taun 1989. Kebetulan punya sebuah hotel di Lembang. Pas nanjak di aspal rusak dan dgn derajat kemiringan yg cukup besar, mesinnya gak menunjukkan gejala ngelitik sama sekali. Bner2 powerful.

    5K yg di Kijang Grand gua sih (1992), udah pake buatan lokal, tangguh sih, jarang ada masalah (bahkan gak ada), cuma ya itu, tenaga loyo. Klo 7Knya jelas lebih kenceng, tenaga juga gede (improve jauh dari 5K lokal, yaiyalah, ganti radiator dan stroke up ke 1800 cc), tapi ya borosnya K series mencapai puncaknya di 7K, hehehe. Untungnya ketolong dengan hadirnya 7K-E. Sbelum disandingkan dgn 1RZ-E 2000 cc. Akhirnya ganti basis jadi 1TR-FE. Seandainya bisa swap ke 7K JDM ato tuker sekalian sama 4AGE Silvertop (pernah liat Kijang pameran pake msin ini, gokil).

    K series, bnyk yg bilang lelet, tapi ketangguhannya sulit dikalahkan (juga borosnya, ahaha).

    • 7K JDM = Berarti TownAce ya? Wew…torsinya segede truk tuh hahahaha…..

      Caribbean…Hmmm…..secara ketangguhan sih khas Suzuki, kayak tank baja Perang Dunia ke-2! Awet, spare-parts enteng, cuman kekurangannya…ya kurang canggih hahaha

      Kijang enjin swap? Pake 1AR-FE cabutan Toyota Sienna aja….irit tapi nendang, soalnya Bang Papadakis & NFS Drift Team pake nih enjin buat Scion tC….dahsyat dah….

      • Yup, bener, Townace. Klo Kijang gua dikasih itu sih, nanjak gimana juga ttep enteng, haha.

        Yah, harga kan berbanding lurus dgn barang. Tp klo harga murah dan tangguh, gpp deh gak canggih2 amat juga.

        1AR-FE? ccnya brapa tuh?
        kayaknya masih deket sama Kijang Innova yah (1TR-FE)

        • 1AR-FE itu…4 silinder segaris, tenaga segede 187 hp, torsi segede bagong (247–252nm) trus ganti wee pakai transmisi Sprinter AE92 atau Altezza, pasti handal….dibilang related sama enjin Innova. bisa aja sih….cuman soal tenaga ya beda jauh…torsi tergede aja yang Diesel cuman 260nm, lha ini AR masih bensin udah hampir 260nm, apalagi irit & bisa pakai matik 6-speed

          Cadas

  4. uwah, mantep. Tenaga 1TR-FE aja cuma 134 dk (CMIIW). Torsinya aja menang dari 2TR-FE 2.7 punya Fortuner (2TR-FE itu 240 nm klo gak salah)

    Wah, nyaris sempurna ya itu mesin, torsi gede, irit, tenaga besar, apa lagi coba? hahaha.

    • Kekurangannya cuman 1 : Parts aftermarket bisa dibilang ZERO

      Gak kayak blektop ato silpertop ato Jay-Z, nih mesin jarang (bahkan gak pernah) kena sentuh tuner…..ya sud custom semua😈

      • hmm, buat gua si, mendingan standar, maklum standar minded

        tapi ntar mau nabung buat rubah shogun tromol gua jadi cakram, jadi custom juga, tapi pake SGP, hahaha. Mau ganti sokbreker jd bingung antara standar Shogun 110 ato Shogun SP (kok malah konsultasi, hahaha)

  5. Pingback: Motorfix Corolla KE70, KE70 Dari Neraka! « Pedal 2 the Metal Autoblog

  6. Pingback: Honda Heritage, Solusi Cerdas & Elegan Meningkatkan Loyalitas Konsumen « Pedal 2 the Metal Autoblog

  7. Pingback: Nissan Silvia, Tolak Ukur Sedan FR Jepang « Pedal 2 the Metal Autoblog

  8. Pingback: (Alm) Hiromu Naruse, The Meister of Toyota « Pedal 2 the Metal Autoblog

  9. Pingback: Toyota Corolla E7, Legenda Sedan JDM Dunia! Part.1 « Pedal 2 the Metal Autoblog

  10. Pingback: Berita Terbaru : FT-86 / FR-S Akan Sama Dengan Konsep! « Pedal 2 the Metal Autoblog

  11. Pingback: Fusan Nguyen 240Z “Devil Z”, Proyek Iblis Di Garasi Part.1 « Pedal 2 the Metal Autoblog

  12. Pingback: Pedal2theMetal Battle : Apa Mobil Favorit Anda Di Manga & Anime? « Pedal 2 the Metal Autoblog

  13. Pingback: Q & A Tentang AE Hachiroku oleh Pedal2theMetal « Pedal 2 the Metal Autoblog

  14. Pingback: Ryosuke & Keisuke Takahashi, The Rotary Brothers : Epilog « Pedal 2 the Metal Autoblog

  15. Pingback: Akagi White Comet, Ryosuke Takahashi « Pedal 2 the Metal Autoblog

  16. Pingback: Keisuke Takahashi, The Yellow Uphill Striker « Pedal 2 the Metal Autoblog

  17. Pingback: Profil Keiichi Tsuchiya | dwightjordan23

Komentar? Feedback? Kritik? Tulis Saja Dibawah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s